Harga Kakao di Aceh Anjlok, Petani Keluhkan Pendapatan Turun Drastis

Amiruddin Abdullah Reubee
20/4/2026 19:22
Harga Kakao di Aceh Anjlok, Petani Keluhkan Pendapatan Turun Drastis
Ilustrasi(Antara)

KECERIAAN petani kakao di Provinsi Aceh dalam enam bulan terakhir mulai memudar setelah harga biji kakao kering mengalami penurunan tajam di tingkat petani. Kakao merupakan bahan baku cokelat, bahan makanan, obat obatan dan kosmetik.

Berdasarkan penelusuran di Kabupaten Pidie pada Senin (20/4), harga biji kakao kering hasil panen kini hanya berada di kisaran Rp35.000 per kilogram. Nilai tersebut turun jauh dibandingkan harga pada Oktober 2025.

Penurunan harga itu mulai berdampak pada aktivitas petani. Sejumlah petani yang sebelumnya rutin membersihkan dan merawat kebun kini mulai mengurangi intensitas perawatan karena hasil penjualan tidak lagi sebanding dengan biaya produksi.

Kondisi tersebut dinilai meresahkan karena banyak keluarga petani di Aceh menggantungkan kebutuhan rumah tangga, biaya sekolah, hingga kuliah anak dari hasil panen kakao.

“Mudah-mudahan kondisi seperti ini cepat berlalu. Harga segera naik seiring membaik aktivitas pasar kakao dunia,” kata Muhammad Nasir, tokoh petani kakao di Kabupaten Pidie.

Muhammad Nasir mengatakan meski harga terus menurun, petani tetap terpaksa menjual hasil panen demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan keluarga.

“Berharap harga semakin membaik seiring pergantian tahun dan perkembangan zaman, justru jauh panggang dari api. Seolah pasar kakao enggan berada di pihak petani,” ujar Nasir yang juga pengurus Forum Kakao Aceh Kabupaten Pidie.

Menurutnya, harga kakao bahkan sempat menyentuh titik terendah pada akhir Desember 2025 hingga Januari 2026 dengan harga hanya Rp32.000 per kilogram.

“Meskipun harga rendah, petani harus menjualnya untuk biaya perawatan dan kebutuhan keluarga,” katanya.

Petani berharap harga kakao kembali stabil agar semangat merawat kebun dan produktivitas perkebunan dapat pulih, seiring membaiknya permintaan pasar global terhadap komoditas tersebut. (MR/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya