Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITMEN penanganan sampah berbasis sumber terus mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Kali ini datang dari Desa Adat Denpasar yang berkomitmen untuk mendukung pengolahan sampah organik di sumber.
Bendesa Adat Denpasar, I Gusti Ngurah Alit Wirakesuma menyampaikan permasalahan sampah merupakan tantangan bersama. Karenanya, penanganannya pun memerlukan komitmen dari seluruh pihak, termasuk dari pemerintah, lembaga hingga masyarakat itu sendiri.
“Kami berkomitmen untuk penanganan sampah, utamanya sampah organik dari sumber, dan ini juga sudah disepakati oleh para prajuru banjar adat yang hadir. Harapan kami bisa optimal dalam penanganan sampah organik di sumber,” ujar Wirakesuma di hadapan Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara pada kegiatan sosialisasi pengolahan sampah berbasis sumber di Wantilan Setra Agung Badung, Desa Adat Denpasar, Minggu (19/4).
Menurutnya, sinergi antara dinas dan adat tidak dapat dipisahkan. Sebab desa adat juga memiliki peran sentral dalam kebijakan penanganan persampahan. Dengan mewilayahi 106 banjar, Desa Adat Denpasar memiliki wilayah luas sehingga diperlukan kesepakatan serta kesepahaman dalam penanganan sampah.
Saat ini, lanjut Wirakesuma, Desa Adat Denpasar terus berupaya menangani sampah organik secara mandiri, terutama sampah upakara. Namun demikian, penanganannya hanya akan optimal jika masyarakat mendukung dengan memilah dan mencacah sampah organik.
“Jadi perlu kerja sama dan sinergitas, pemerintah menangani yang an organik dan residu, kita di masyarakat termasuk Desa Adat Denpasar menangani yang organik,” ujarnya. Pihaknya juga sudah menyiapkan lahan untuk penampungan yang nantinya akan dijadikan taman atau ruang terbuka hijau.
Sementara itu Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengaku bersyukur atas sinergi dan komitmen dari Desa Adat Denpasar dalam penanganan sampah organik. Hal ini tentu menjadi wujud nyata bahwa penanganan persampahan wajib dilaksanakan secara bersama-sama.
“Kami berharap, budaya baik dalam memilah sampah agar terus ditularkan, sehingga nanti kita di Kota Denpasar bisa optimal dalam penanganan sampah sampai PSEL beroperasi, dan kita sangat berterima kasih atas komitmen dari Desa Adat Denpasar,” ujarnya.
Jaya Negara menjelaskan, walaupun nanti dalam praktiknya, PSEL mampu mengolah sampah campuran namun kualitas dan dampak pengolahan sangat dipengaruhi oleh kondisi sampah yang masuk ke dalam sistem. Sehingga sampah yang dihasilkan oleh masyarakat harus tetap dipilah untuk memastikan input sampah yang digunakan benar-benar berkualitas.
“Untuk diketahui bersama, bahwa Waste to Energy memerlukan sampah berkualitas, sehingga sampah yang terpilah akan mendukung optimalisasi dari PSEL tersebut,” jelasnya.
Dia menjelaskan, sampah yang sudah dipilah dari sumber (seperti pemisahan sampah organik, anorganik dan residu) memiliki nilai kalori yang lebih stabil dan kandungan air yang lebih rendah. Kondisi ini membuat proses pembakaran di PSEL menjadi lebih efisien, menghasilkan energi listrik yang lebih optimal serta dapat menekan potensi emisi berbahaya.
GUBERNUR Bali Wayan Koster akan mengalokasikan dana bantuan bagi Pecalang di seluruh desa adat di Bali. Bantuan tersebut per desa sebanyak Rp 50 juta untuk bantuan bagi Pecalang.
Larangan ini diberlakukan sebagai ketentuan adat yang wajib dipatuhi oleh pemilik kos di wilayah Desa Adat Selat.
Pelaksanaannya memang lebih cepat, karena kebetulan akan ada pelaksanaan festival Wolobobo.
Keterlibatan desa adat di Gianyar sangat penting karena maraknya kasus penyalahgunaan izin tinggal dan overstay oleh warga negara asing (WNA) di wilayah Bali.
Koster menyebut ormas-ormas yang belum terdaftar atau tidak mematuhi aturan perundangan tidak diakui dan dilarang beroperasi di wilayah Bali.
Informasi kejadian diterima pada pukul 12.10 Wita dari warga bernama Kojek kepada petugas BPBD Kota Denpasar. Dalam laporan disebutkan identitas korban atas nama I Made Wirya (65).
Usia ke-238 menjadi mata rantai penting perjalanan Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali yang terus tumbuh sebagai kota kreatif berbasis budaya.
Fokus utama petugas adalah area persimpangan jalan dan lampu lalu lintas (traffic light) yang kerap menjadi pusat kerumunan para pencari sumbangan.
Persembahyangan tahunan untuk memuja Dewa Siwa ini menjadi momentum perenungan dan introspeksi diri umat Hindu pada Januari 2026.
Satpol PP Kota Denpasar kembali menggelar aksi penertiban intensif terhadap gelandangan, pengemis (gepeng), pengamen, hingga badut yang kerap beroperasi di persimpangan jalan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved