Longsor Timbun Jalan Penghubung Jampangtengah–Lengkong Sukabumi, Lalu Lintas Sempat Lumpuh

Benny Bastiandy
19/4/2026 15:14
Longsor Timbun Jalan Penghubung Jampangtengah–Lengkong Sukabumi, Lalu Lintas Sempat Lumpuh
Longsor terjadi di Kampung Bungur dan Tanjakan Dayang. Tercatat sedikitnya empat titik longsor di sepanjang jalur tersebut.(Dok. Istimewa)

RUAS jalan provinsi penghubung Kecamatan Jampangtengah dengan Kecamatan Lengkong di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tertimbun material tanah longsor pada Sabtu (18/4) malam. Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas kendaraan dari kedua arah sempat lumpuh total.

Berdasarkan informasi, material longsor berupa tanah dan batu berasal dari tebing di sepanjang ruas jalan tersebut. Peristiwa terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah itu sejak Sabtu siang.

Manager Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan longsor terjadi di Kampung Bungur dan Tanjakan Dayang. Tercatat sedikitnya empat titik longsor di sepanjang jalur tersebut.

“Kejadian dilaporkan pukul 22.00 WIB. Di titik longsor, badan jalan yang tertutup material sepanjang 50 meter dan tinggi 2 meter. Akibat kejadian ini, arus lalu lintas dari arah Jampangtengah menuju ke Lengkong atau sebaliknya terhenti total,” kata Daeng, Minggu (19/4).

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) segera berkoordinasi dengan BPBD, perangkat daerah setempat, serta aparat Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Pekerjaan Umum Jawa Barat yang memiliki kewenangan terhadap status jalan tersebut.

“Semalam sudah ada penanganan. Untuk mengevakuasi material tanah longsor dikerahkan alat berat serta pembersihan menggunakan mobil tangki BPBD,” ujarnya.

Upaya pembersihan material masih berlangsung hingga Minggu (19/4). Arus lalu lintas kendaraan mulai berangsur normal meskipun masih diberlakukan sistem buka-tutup di lokasi terdampak.

BPBD mengingatkan bahwa wilayah Kabupaten Sukabumi masih berpotensi mengalami hujan, sehingga masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

“Sampai saat ini di Kabupaten Sukabumi masih berpotensi terjadi hujan. Kami imbau agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan potensi bencana hidrometeorologi,” pungkasnya. (BB/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya