Gunung Lokon Level II Waspada: ESDM Ingatkan Potensi Gas Beracun dan Erupsi Freatik

Putri Rosmalia Octaviyani
18/4/2026 20:13
Gunung Lokon Level II Waspada: ESDM Ingatkan Potensi Gas Beracun dan Erupsi Freatik
Gunung Lokon di Tomohon.(Dok. MI/Susanto)

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi mengeluarkan peringatan bagi masyarakat Kota Tomohon, Sulawesi Utara, terkait potensi bahaya aktivitas vulkanik Gunung Lokon. Meski aktivitas belum menunjukkan peningkatan signifikan, ancaman gas beracun dan erupsi freatik mendadak tetap menjadi perhatian utama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa karakteristik ancaman Gunung Lokon saat ini meliputi pelepasan gas berbahaya dari kawah serta potensi erupsi freatik, yakni letusan yang dipicu oleh kontak uap panas magma dengan sistem hidrotermal di bawah permukaan.

“Potensi ancaman bahaya aktivitas Gunung Lokon saat ini adalah kemungkinan terjadinya gas beracun yang sewaktu-waktu dapat keluar dari kawah, juga dapat terjadinya erupsi freatik secara tiba-tiba,” ujar Lana Saria dalam laporan resmi yang diterima di Manado, Sabtu (18/4/2026).

Dalam laporan aktivitas periode 16-31 Maret 2026, disebutkan masyarakat yang berada di sekitar alur sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon agar mewaspadai terjadinya lahar pada musim hujan atau terjadinya hujan deras di puncak dengan durasi lama.

Kegempaan Gunung Lokon selama periode 16 - 31 Maret 2026, terekam sebanyak 42 kali gempa embusan, satu kali tremor non- harmonik, 43 kali gempa vulkanik dangkal, tujuh kali gempa vulkanik dalam, tiga kali gempa tektonik lokal dan 61 kali gempa tektonik jauh.

Berdasarkan hasil pengamatan visual aktivitas Gunung Lokon, teramati embusan asap berwarna putih tipis dengan tinggi maksimum sekitar 25 meter di atas kawah. Kegempaan Gunung Lokon pada periode tersebut didominasi gempa vulkanik dangkal (VB), sedangkan gempa vulkanik dalam (VA) jarang terekam.

Aktivitas vulkanik Gunung Lakon berdasarkan data visual dan seismik belum menunjukkan adanya peningkatan. Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi secara menyeluruh hingga 31 Maret 2026, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Lokon pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.

Beberapa rekomendasi yang wajib dipatuhi masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki, di antaranya tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari kawah Tompaluan (pusat aktivitas) Gunung Lokon.

Jika terjadi letusan dan hujan abu, masyarakat diimbau tetap berada di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata). Selanjutnya, mewaspadai potensi lahar pada sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon, terutama pada musim hujan. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya