Atasi Bencana, Pemkab Bandung Perluas Program Pentaheliks

Bayu Anggoro
17/4/2026 23:14
Atasi Bencana, Pemkab Bandung Perluas Program Pentaheliks
Bupati Bandung Dadang Supriatna.(MI/Bayu Anggoro)

PEMERINTAH Kabupaten Bandung meluncurkan program penanggulangan bencana berbasis kolaborasi pentaheliks di sembilan kecamatan prioritas. Sembilan wilayah tersebut meliputi Kecamatan Bojongsoang, Dayeuhkolot, Baleendah, Banjaran, Rancaekek, Solokanjeruk, Majalaya, dan Ibun.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menjelaskan, langkah ini diambil menyusul jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah di Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk yang berdampak pada pemukiman warga. "Seluruhnya ada sembilan kecamatan yang akan kita buatkan program pentaheliks. InsyaAllah, mulai besok (Sabtu, 18/4) sudah mulai," katanya di Bandung, Jumat (17/4).

Melalui program ini, pihaknya fokus menanggulangi bencana sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat. Terlebih, menurutnya penanganan pascabencana ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Bahkan, pihaknya menjadwalkan pertemuan khusus dengan Menteri PU pada Selasa (21/4) mendatang untuk membahas kebutuhan logistik dan infrastruktur jangka panjang. Menurutnya, penguatan koordinasi antarstakeholder ini penting agar solusi kebencanaan di Kabupaten Bandung bersifat permanen, bukan sekadar penanganan sesaat.

Terkait teknis di lapangan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa menjelaskan, pengerjaan fisik berupa pelebaran aliran Sungai Cisunggalah sudah dimulai di Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, dengan menggeser lebar aliran sejauh 2 meter. Namun, untuk wilayah Desa Panyadap, pihaknya masih melakukan pendekatan persuasif kepada warga.

"Di Panyadap kami masih menunggu kesadaran masyarakat untuk membongkar bagian bangunan yang terkena dampak pelebaran sungai. Ini krusial agar aliran air kembali optimal dan tidak kembali menjebol tanggul," katanya.

PERINGATAN HUT
Sementara itu, di tengah upaya penanganan bencana, Dadang menyebut pihaknya akan memperingati Hari Ulang Tahun ke-385 yang jatuh pada 20 April. Dia memutuskan untuk mengubah konsep perayaan tahun ini menjadi lebih khidmat dan sederhana sebagai bentuk empati terhadap warga terdampak bencana.

Kegiatan hiburan rakyat seperti Wayang Golek yang semula direncanakan pada malam puncak, resmi dibatalkan dan diganti dengan istighosah serentak se-Kabupaten Bandung yang digelar secara hybrid. 

"Pelaksanaan upacara dipusatkan di Lapangan Upakarti, Soreang. Sedangkan malam puncak kita isi dengan doa bersama atau istighosah di Gedung Mohamad Toha. Kita sederhanakan peringatan Hari Jadi tahun ini sebagai bentuk keperihatinan dan fokus pada penanganan bencana," katanya. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya