Investasi Kepemilikan Bersama Yacht Kini Tengah Gencar di Bali

Heryadi
17/4/2026 23:02
Investasi Kepemilikan Bersama Yacht Kini Tengah Gencar di Bali
Founder-CEO Yacht Sourcing, Boum Senous (kiri), Yakub Hasibuan dari Hasibuan Law (tengah), dan Loris dari Protected Indonesia Insurance.(Dok.Istimewa)

PERUSAHAAN jasa yachting, Yacht Sourcing, mendorong perubahan cara pandang terhadap kepemilikan yacht di Bali seiring perkembangan sektor gaya hidup dan investasi di kawasan tersebut. Memasuki usia ke-10 tahun, perusahaan ini mengangkat konsep kepemilikan bersama (co-ownership) sebagai alternatif yang lebih efisien dan strategis.

Upaya tersebut disampaikan dalam seminar eksklusif bertajuk 'The Maritime Circle: A Private Briefing on Yacht Co-Ownership in Bali' yang digelar di Black Stone Yacht Club. Forum tertutup ini diikuti kalangan investor, pengusaha, dan klien privat.

Dalam diskusi tersebut, peserta diajak melihat kepemilikan yacht tidak lagi sekadar simbol prestise, tetapi sebagai aset yang perlu dikelola secara optimal. Model kepemilikan penuh dinilai mulai kehilangan relevansi di tengah tuntutan efisiensi biaya dan fleksibilitas penggunaan.

CEO Yacht Sourcing, Boum, mengatakan terjadi pergeseran cara pandang konsumen terhadap kepemilikan yacht.

“Kami melihat adanya pergeseran yang nyata. Klien tidak lagi hanya bertanya ‘bisa atau tidak’, tetapi ‘apakah ini cara terbaik?’. Di situlah peran kami, membantu mengarahkan pada solusi yang lebih relevan,” ujar Boum.

Menurut dia, skema co-ownership memungkinkan pengguna mendapatkan pengalaman yachting yang sama dengan biaya dan beban operasional yang lebih terukur. Pendekatan ini juga membuka peluang bagi pemilik untuk menjadikan yacht sebagai bagian dari strategi investasi.

Dari sisi hukum, Yakub Hasibuan dari Hasibuan Law menilai model kepemilikan bersama dapat diterapkan dengan aman sepanjang didukung struktur legal yang jelas.

“Struktur hukum yang tepat sangat penting untuk memastikan transparansi dan perlindungan bagi semua pihak dalam skema kepemilikan bersama,” kata Yakub.

Sementara itu, Loris dari BPI menekankan pentingnya manajemen risiko dan perlindungan asuransi dalam mendukung keberlanjutan kepemilikan yacht.

“Manajemen risiko dan asuransi menjadi fondasi utama agar kepemilikan yacht tetap aman dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain seminar, peringatan satu dekade Yacht Sourcing juga ditandai dengan gala dinner bertajuk A Decade at Sea yang mempertemukan mitra dan klien perusahaan.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Yacht Sourcing menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengikuti tren industri, tetapi juga mendorong perubahan menuju ekosistem yachting yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap dinamika pasar. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya