Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menegaskan akan menghormati proses hukum setelah Kepala Dinas ESDM Aris Mukiyono ditahan Kejaksaan Tinggi Jatim dalam kasus pungli perizinan tambang.
“Kami, kita semua tahu tentu menyerahkan semuanya kepada aparat penegak hukum. Karena ini proses sedang berjalan, kami menghormati proses yang sedang berjalan,” kata Khofifah menjawab pertanyaan wartawan di Surabaya, Jumat (17/4).
Khofifah tidak banyak memberikan komentar terkait kasus tersebut. Bahkan, apakah nanti menunjuk pelaksana tugas sementara agar tidak terjadi kekosongan jabatan di Dinas ESDM Jatim.
Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menahan Kepala Dinas ESDM Provinsi Jatim Aris Mukiyono, dan menyita uang tunai Rp2,3 miliar dalam kasus dugaan pungutan liar izin pertambangan. Selain menahan satu kepala dinas, Kejati Jatim juga menahan Kepala Bidang Pertambangan Dinas ESDM Jatim, OS, dan Ketua Tim Kerja Pengusahaan Air Tanah, berinisial H.
Kejaksaan Tinggi Jatim sebelumnya melakukan penggeledahan di kantor Dinas ESDM di Jalan Tidar, Surabaya. Selain menyita dokumen, Kejati Jatim juga menyita uang tunai.
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim Wagiyo Santoso di Surabaya, Jumat (17/4) mengatakan dari penggeledahan penyidik mengamankan barang bukti sejumlah uang dan beberapa dokumen terkait perizinan.
Dari AM ditemukan uang tunai sebesar Rp259.100.000 dan Rp109.039.849 tersimpan dalam rekening BCA, serta Rp126.864.331 di rekening Bank Mandiri.
Jadi totalnya, AM menyimpan uang senilai Rp494.004.149. Selain itu, tim penyidik juga mengamankan uang dari rumah OS sebesar Rp1.644.550.000. Sedangkan dari H, tim penyidik mengamankan uang sejumlah Rp229.685.625 dalam rekening BCA.
“Jadi, total yang disita oleh tim penyidik adalah sebesar Rp1.903.650.000 dalam bentuk uang tunai dan Rp465.589.765 yang tersimpan dalam saldo rekening. Sementara total keseluruhan uang yang diamankan dari tiga tersangka sebesar Rp2,3 miliar,” katanya.
HASIL MEMERAS
Menurut dugaan Wagiyo, uang itu diperoleh dari hasil memeras para pemohon izin. Modusnya, tersangka akan mempersulit permohonan izin masyarakat jika tidak menyerahkan uang terlebih dahulu. Besaran uang yang diserahkan beragam. Mulai dari Rp50 juta sampai Rp100 juta untuk layanan pengesahan perpanjangan izin tambang.
“Kalau untuk izin baru, tarifnya beda lagi. Mulai Rp50 juta sampai Rp200 juta. Sedangkan untuk pengajuan izin air tanah, dikenakan tarif mulai Rp5 juta sampai Rp20 juta. Padahal seharusnya untuk perizinan, tidak dipungut biaya alias gratis kecuali pajak,” jelasnya.
Wagiyo memastikan penyidikan akan terus berlanjut dan tidak berhenti pada tiga tersangka saja. Termasuk akan dilakukan juga pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diuntungkan atau terlibat dalam alur birokrasi tersebut.
Ketiganya, sebelumnya dilakukan pemeriksaan di Kejati Jatim, setelah dijemput di bandara Juanda Surabaya. Usai pemeriksaan Kejati langsung menetapkan tiga tersangka di antaranya, AM Kepala Dinas ESDM Jatim, dan OS serta H.
Atas perbuatan itu, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf b UU Tipikor, serta Pasal 606 KUHP (UU No. 1 Tahun 2023) terkait pemerasan dan gratifikasi, dengan pendalaman lebih lanjut terkait pasal TPPU. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved