Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKOLAH setingkat SMP di Kabupaten Pati berencana mengadakan outing class atau wisata ke Bali. Hal itupun menimbulkan polemik karena dinilai membebani orangtua siswa Rp1,8 juta per orang. Namun, akhirnya rencana tersebut dibatalkan oleh pemerintah daerah setempat.
Pemantauan Media Indonesia, Jumat (17/4) orangtua siswa SMP Negeri I Tayu, Kabupaten Pati, diresahkan adanya penarikan biaya outing class atau wisata ke Bali dan harus mengeluarkan biaya Rp1,8 juta per orang. Karena selain nominalnya yang besar, biaya itu juga harus dikeluarkan cukup mendadak di bulan ini.
Keresahan yang muncul tersebut kemudian dengan cepat menyebar hingga ditangkap oleh DPRD Pati dan Pemerintah Kabupaten Pati. Plt Bupati Pati melalui Dinas Pendidikan langsung mengambil langkah melarang seluruh kegiatan outing class ke luar daerah untuk seluruh sekolah dari PAUD hingga SMP.
"Outing class itu awalnya direncanakan bulan Juni menimbulkan keresahan, tetapi kemudian dimajukan bulan April hingga semakin membuat orangtua siswa semakin resah karena harus membayar Rp1,8 juta dalam waktu singkat," kata Atmo, salah seorang wali murid.
Hal serupa juga diungkapkan Sutrisno, wali murid SMP Negeri I Tayu, Kabupaten Pati. Menurutnya, outing class yang besar bagi warga yang rata-rata petani dan nelayan ini sangat memberatkan bagi orangtua murid, karena selain kondisi ekonomi yang cukup sulit saat ini l, juga tidak banyak manfaat bagi kelanjutan pendidikan anak.
Ketua Komisi D DPRD Pati Teguh Bandang Waluyo secara terpisah mengatakan banyak orangtua siswa merasa terbebani dengan kebijakan outing class tersebut, apalagi biaya sebesar itu harus dilunasi dalam waktu sepekan sehingga membuat para orangtua resah dan melaporkan masalah ini ke dewan.
"Kami langsung gelar audensi dengan menghadirkan pihak sekolah, komite dan Disdikbud Pati di Ruang Komisi D DPRD Pati, kemarin Kamis (16/4). Bagi masyarakat Pati mengumpulkan uang segitu dalam waktu singkat tentu sangat berat," ujar Teguh Bandang Waluyo.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Pati Sunarji memastikan Pemkab Pati telah mengeluarkan kebijakan larangan outing class ke luar daerah, hal itu sesuai dengan instruksi Plt Bupati dan rekomendasi DPRD Pati menanggapi permasalahan tersebut, apalagi rencana kegiatan ke luar daerah tidak mempunyai izin.
"Seluruh kegiatan outing class atau berwisata termasuk yang sudah mengantongi izin sebelumnya dibatalkan," tegas Sunarji.
Pelarangan outing class atau berwisata ke luar daerah, ungkap Sunarji, diberlakukan untuk seluruh sekolah di Kabupaten Pati dari mulai PAUD hingga SMP. Sementara itu, permasalahan terjadi dengan SMP Negeri I Tayu tersebut akan diselesaikan antara biro perjalanan wisata dengan pihak sekolah. (AS/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved