Kompetisi PIRC Sepekan lagi, Tim Robotik Mulieng MAN Pidie Tingkatkan Latihan

Amiruddin Abdullah Reubee
17/4/2026 08:37
Kompetisi PIRC Sepekan lagi, Tim Robotik Mulieng MAN Pidie Tingkatkan Latihan
Tim Robotik Mulieng MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 1 Pidie, Provinsi Aceh.(MI/Amir MR)

KOMPETISI Perak International Robot Competition (PIRC) 2026 yang digelar di Kampus Taiping, Perak, Malaysia, akan segera berlangsung pada 24-26 April pekan depan. Tim dari tujuh negara di dunia yang dinyatakan tampil memperebutkan juara tingkat dunia tersebut kini mulai sibuk mempersiapkan diri.

Kompetisi robotik internasional ini merupakan ajang tahunan yang bertujuan mendorong pengembangan pendidikan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), sekaligus meningkatkan inovasi di bidang robotika. Tahun ini, sedikitnya tujuh negara dipastikan berpartisipasi, yakni Malaysia, Jepang, Indonesia, Thailand, Ceko, Iran, dan Turki.

Indonesia sendiri mengirimkan sekitar 20 sekolah tingkat menengah atas yang mendapat undangan khusus untuk mengikuti kompetisi tersebut. Seluruh perwakilan merupakan tim-tim tangguh yang memiliki rekam jejak prestasi di berbagai perlombaan tingkat nasional.

Persiapan Intensif Tim Mulieng MAN 1 Pidie

Berdasarkan penelusuran Media Indonesia pada Kamis (16/4), salah satu wakil Indonesia, Tim Robotik Mulieng dari MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 1 Pidie, tengah melakukan persiapan tahap akhir di Banda Aceh. Dua siswa yang akan bertanding ialah Habibi Azzarrar (kelas X-1) dan Teuku Zulfatan (kelas XII-2).

Kepala MAN 1 Pidie, Muhammad Thaifuri, mengungkapkan bahwa kedua siswanya saat ini sedang menjalani masa karantina selama 20 hari untuk menjaga fokus dan kenyamanan selama pelatihan.

"Mereka sedang dalam karantina agar lebih fokus. Setiap hari mereka melakukan latihan demo dan evaluasi kesiapan. Dalam satu hari bisa dilakukan tiga kali uji coba, mulai dari pagi, sore, hingga malam hari untuk memperdalam materi," ujar Muhammad Thaifuri kepada Media Indonesia.

Membangun Mental Juara

Selama masa karantina, kedua siswa yang kerap menjuarai kompetisi domestik ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis dengan robot, tetapi juga membangun ketangguhan mental. Mereka didampingi oleh pelatih berpengalaman di tingkat nasional untuk memastikan kesiapan di arena internasional.

Para personel tim dijadwalkan akan terbang menuju Malaysia pada 22 April mendatang. Keberangkatan lebih awal ini bertujuan agar para peserta dapat beradaptasi dengan lingkungan pertandingan sehingga tampil lebih siap dan leluasa.

"Alhamdulillah, kita sudah mendapat undangan untuk membawa harum nama bangsa. Insya Allah, berkat doa seluruh anak bangsa, tim akan berhasil tampil terbaik di arena internasional nanti," tutur Thaifuri optimistis. (I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya