Tolak Kehadiran RMS, Tokoh Adat Ouw dan Tuhaha Serukan Jaga Persatuan NKRI

Heryadi
17/4/2026 08:21
Tolak Kehadiran RMS, Tokoh Adat Ouw dan Tuhaha Serukan Jaga Persatuan NKRI
Tokoh adat di Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah yakni Raja Negeri Ouw, Willem Pelupessy.(Dok.Istimewa)

SEJUMLAH tokoh adat di Saparua Timur, Maluku Tengah, menegaskan menolak kehadiran kelompok separatis Republik Maluku Selatan (RMS) dan aksi kekerasan yang mereka lakukan, serta menyerukan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Raja Negeri Ouw, Willem Pelupessy, menegaskan penolakan keras terhadap segala bentuk gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS). Pernyataan tersebut disampaikannya mewakili masyarakat Negeri Ouw, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah.

Willem menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menyebut, masyarakat Ouw berkomitmen menolak setiap upaya yang bertentangan dengan kedaulatan negara.

“Kami menolak dengan tegas segala bentuk gerakan separatis, termasuk RMS, serta berkomitmen menjaga keutuhan NKRI,” ujar Willem, dalam video yang beredar di Youtube, Kamis (16/4).

Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk menahan diri dari potensi konflik, baik antarindividu maupun antarwilayah, demi menjaga stabilitas dan kemaslahatan bersama.

“Seluruh masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi dan menghindari gesekan yang dapat merusak persatuan,” katanya, seraya menutup pernyataannya dengan seruan, “NKRI harga mati.”

Sikap serupa juga disampaikan Kepala Soa sekaligus tokoh adat Negeri Tuhaha, Cornelius Lohannapessy. Ia menegaskan penolakan terhadap kehadiran dan aktivitas RMS di wilayahnya.

Menurut Cornelius, masyarakat Tuhaha tidak menghendaki adanya gerakan yang berpotensi memecah belah persatuan, serta mengecam segala bentuk kekerasan yang terjadi di wilayah sekitar.

“Kami menolak kehadiran dan seluruh agenda RMS di Negeri Tuhaha. Mari tinggalkan hal-hal negatif dan tetap bergandengan tangan dalam bingkai NKRI,” ujarnya.

Ia menambahkan, menjaga kedaulatan Indonesia merupakan prioritas utama masyarakat adat di wilayah tersebut. “Kedaulatan negara adalah harga mati bagi kami,” tegas Cornelius. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya