Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia kian didorong melalui kolaborasi sektor swasta dan pemerintah. PT BUMA Internasional Grup Tbk melalui anak usahanya, PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), meresmikan pusat pelatihan terintegrasi di Depok, Jawa Barat, serta pusat tes di Jakarta sebagai bagian dari strategi menjembatani kesenjangan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.
Inisiatif ini hadir di tengah tantangan serius ketenagakerjaan. Data menunjukkan masih tingginya proporsi generasi muda yang tidak terlibat dalam pendidikan, pekerjaan, maupun pelatihan. Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya tingkat pengangguran lulusan pendidikan vokasi, yang seharusnya menjadi tulang punggung tenaga kerja siap pakai.
Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus utama perusahaan dalam menciptakan dampak sosial berkelanjutan. “Melalui BIRU, kami berupaya menjawab tantangan generasi muda yang tidak sedang bersekolah, bekerja, maupun mengikuti pelatihan, dengan memperkuat keterkaitan antara pelatihan dan dunia kerja,” ujarnya.
BIRU mengembangkan ekosistem pelatihan yang mengintegrasikan pembelajaran, sertifikasi, hingga akses kerja dalam satu sistem. Pendekatan ini dirancang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang, termasuk membuka peluang kerja ke luar negeri.
Chief Executive Officer BIRU, Kanya Stira Sjahrir, menyebutkan bahwa metode pelatihan berbasis praktik menjadi keunggulan utama. “Kami fokus menyiapkan peserta melalui pelatihan yang mencerminkan kondisi kerja nyata, didukung penguatan kompetensi dan sertifikasi dalam satu ekosistem terintegrasi,” katanya.
Salah satu program unggulan adalah pelatihan kebersihan gedung yang mengacu pada standar Jepang melalui skema pekerja berketerampilan spesifik. Peserta dilatih menggunakan peralatan impor dan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di negara tujuan, sehingga memiliki kesiapan teknis dan budaya kerja.
Sejak akhir 2025 hingga awal 2026, lebih dari 60 peserta telah menyelesaikan pelatihan, dengan sebagian di antaranya mulai bekerja di Jepang. Ke depan, BIRU menargetkan melatih lebih dari 30 peserta setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor pemeliharaan gedung yang terus meningkat.
Pemerintah menyambut positif inisiatif ini. Deputi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Leontinus Alpha Edison, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem tenaga kerja. “Kami ingin mempersiapkan talenta Indonesia agar lebih siap bersaing di pasar kerja internasional melalui penguatan pelatihan dan tata kelola pekerja migran,” ujarnya.
Senada, Direktur Jenderal Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dwi Setiawan Susanto, menekankan peluang besar kerja luar negeri bagi tenaga kerja terampil. “Ini adalah tantangan sekaligus peluang menuju bonus demografi, di mana generasi muda harus memiliki kualifikasi global,” katanya.
Peluncuran pusat pelatihan ini mencerminkan pentingnya pendekatan terintegrasi dalam pembangunan tenaga kerja. Dengan menggabungkan pelatihan, sertifikasi, dan akses kerja, model seperti BIRU dinilai mampu mempercepat transisi dari pendidikan ke dunia kerja, sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved