Bupati Tegal Minta Huntara di Desa Terdampak Tanah Bergerak Dikebut

Supardji Rasban
16/4/2026 20:40
Bupati Tegal Minta Huntara di Desa Terdampak Tanah Bergerak Dikebut
Petugas sedang menisi air di tandon komplek hunian sementara (Huntara) di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.(Dok Istimewa)

BUPATI Tegal, Jawa Tengah, Ischak Maulana Rohman, meminta pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, segera diselesaikan. Pihaknya menargetkan seluruh unit bisa rampung dan siap huni pada April 2026. 

Ischak menuturkan saat ini sebanyak 103 unit huntara telah selesai dibangun dan sudah ditempati warga. Dalam waktu dekat, sebanyak 210 unit lainnya juga siap diserahterimakan kepada warga yang berhak.

“Sekarang kami fokus memastikan sarana pendukung seperti listrik dan air bersih di 210 unit itu benar-benar siap. Jadi ketika warga masuk, mereka sudah merasa aman dan nyaman,” ujar  Ischak, Kamis (16/4/2026).

Ischak menyebut ada sekitar 130 unit huntara lainnya masih dalam tahap pembangunan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal ingin seluruh proses bisa dituntaskan sesuai target akhir April.

“Kami ingin semua warga yang rumahnya terdampak tanah bergerak bisa segera menempati huntara. Ini menjadi prioritas kami,” terang Ischak.

Terkait sempat ada pelambatan paada Maret lalu, Ischak tidak membantah. Hal itu lantaraan dipicu libur panjang Hari Raya Idulfitri serta faktor cuaca yang masih didominasi hujan.

“Pekerja sempat berhenti saat Lebaran, ditambah kondisi cuaca yang kurang mendukung. Tapi sekarang pembangunan sudah kembali berjalan,” jelasnya Ischak.

Ischak  juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PUPR yang telah membantu percepatan pembangunan huntara tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR atas dukungan dan kerja kerasnya. Ini sangat membantu masyarakat kami,” ucapnya.

Salah seorang warga terdampak tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Siti, 42, mengaku lega meski harus meninggalkan rumah lamanya. “Yang penting sekarang ada tempat tinggal dulu,” ujar Siti.

Hal senada disampaikan oleh Warto, 55, yang berharap pembangunan segera rampung agar seluruh warga bisa merasakan fasilitas yang sama. “Kami berterimakasih sekaligus bersyukur atas perhatian pemerintah.

“Ya, inginnya bisa cepat selesai semua, biar yang lain juga bisa segera pindah, ke hunian baru,” ucap Warto.

Diketahui, bencana tanah bergerak melanda Desa Padasari, Jatinegara, Tegal, sejak awal Februari 2026, menyebabkan ratusan rumah roboh dan rusak berat. Sebanyak 863 rumah terdampak, memaksa lebih dari 2.400 warga mengungsi. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya