Kotanya Kebanjiran, Respati Salahkan Bangunan di Sepanjang Anak Sungai Bengawan Solo

Widjajadi
16/4/2026 17:01
Kotanya Kebanjiran, Respati Salahkan Bangunan di Sepanjang Anak Sungai Bengawan Solo
Sebagian warga yang sempat mengungsi sejak Rabu sore kini telah kembali ke rumah masing-masing, seiring surutnya air yang sebelumnya menggenangi jalan, permukiman, dan rumah warga.(MI/Widjajadi)

BANJIR yang merendam wilayah selatan Kota Solo pada Selasa malam (15/4/2026), terutama di sepanjang aliran Kali Jenes, disebut tidak semata-mata disebabkan oleh hujan dari wilayah hulu.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyatakan ada sejumlah faktor lain yang memperparah kondisi banjir.

“Tetapi karena banyaknya bangunan di sepanjang aliran anak sungai Bengawan Solo yang berhulu di Merapi itu. Juga jebolnya sejumlah ruas tanggul dan buruknya drainase yang membuat air lama surut,” kata Respati.

Bangunan dan Drainase Jadi Sorotan

Menurut Respati, keberadaan bangunan di sepanjang aliran sungai menjadi salah satu penyebab utama meluapnya air. Selain itu, kerusakan tanggul dan sistem drainase yang tidak optimal membuat air tergenang lebih lama di permukiman warga.

Karena itu, untuk mencegah banjir berulang di puluhan kelurahan yang dilalui Kali Jenes, diperlukan perbaikan talud, pembangunan parapet, serta pembenahan sistem drainase.

Pemkot Koordinasi dengan Pemerintah Pusat

Pemerintah Kota Solo telah menerima arahan dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang telah meninjau langsung lokasi terdampak.

Pemkot juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo terkait pembiayaan dan penanganan infrastruktur ke depan.

Warga Masih Khawatir Banjir Susulan

Meski air sudah surut, warga di kawasan selatan yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sukoharjo masih diliputi kekhawatiran akan potensi banjir susulan, terutama jika hujan deras kembali terjadi di wilayah hulu.

BNPB: Dipicu Hujan Deras dan Bibit Siklon Tropis

Sejalan dengan evaluasi pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebut banjir dipicu oleh intensitas hujan tinggi serta pengaruh bibit siklon tropis 92S.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa meskipun posisi bibit siklon di barat daya Sumatra mulai menjauhi Indonesia, dampaknya masih memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.

Karena itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Lebih dari Seribu KK Terdampak

Akibat banjir tersebut, tercatat sebanyak 1.083 kepala keluarga (KK) terdampak yang tersebar di 12 kelurahan.

Sebagian warga yang sempat mengungsi sejak Rabu sore kini telah kembali ke rumah masing-masing, seiring surutnya air yang sebelumnya menggenangi jalan, permukiman, dan rumah warga. (WJ/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya