Satu Dekade IndonesiaNEXT, Telkomsel Cetak Ribuan Talenta Digital Siap Hadapi Era AI

Naviandri
15/4/2026 23:48
Satu Dekade IndonesiaNEXT, Telkomsel Cetak Ribuan Talenta Digital Siap Hadapi Era AI
GM Mobile Consumer Business Region Jabar Telkomsel, Anandoz Bangsawan bersama mahasiswa, menjelaskan cara mendaftar IndonesiaNext.(MI/Naviandri)

 

MEMASUKI tahun ke-10 penyelenggaraannya, program pengembangan talenta digital IndonesiaNEXT yang digagas Telkomsel menunjukkan capaian signifikan. Sejak diluncurkan, program ini telah menjangkau sekitar 96.000 mahasiswa dari 705 perguruan tinggi di 38 provinsi, serta menghasilkan lebih dari 9.000 talenta digital bersertifikat.

Capaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi Telkomsel dalam menjawab kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia digital, yang terus meningkat seiring percepatan transformasi berbasis teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

General Manager Mobile Consumer Business Region Jawa Barat Telkomsel, Anandoz Bangsawan, mengatakan IndonesiaNEXT hadir untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. “Program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan aplikatif yang relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini,” ujarnya dalam kegiatan IndonesiaNEXT Goes to Campus di Institut Teknologi Bandung (ITB), Selasa (14/4).

Mengusung tema “AI Driven Digital Talents: Enhancing Skills for Future Challenges”, IndonesiaNEXT 2026 difokuskan pada penguatan kompetensi berbasis AI. Menurut Anandoz, kebutuhan talenta digital di Indonesia masih sangat besar, mencapai sekitar 400 ribu orang per tahun, sementara adopsi AI di sektor industri terus meningkat.

“Sekitar 70% perusahaan telah mulai mengadopsi AI dalam operasional bisnis mereka. Namun, integrasi teknologi ini dalam kurikulum pendidikan tinggi masih terbatas, sehingga menciptakan gap antara kebutuhan industri dan kesiapan lulusan,” katanya.

PENDEKATAN BERBASIS PERAN
Untuk menjawab tantangan tersebut, IndonesiaNEXT mengembangkan pendekatan berbasis peran yang unik, yakni membina peserta dalam tiga kategori utama: Hustler (project manager), Hipster (UI/UX designer), dan Hacker (programmer). Pengembangan kompetensi dilakukan secara bertahap melalui berbagai tahapan, mulai dari seleksi awal, pelatihan intensif, hingga sertifikasi berbasis teknologi.

“Melalui pendekatan ini, kami ingin memastikan peserta memiliki spesialisasi yang jelas sekaligus siap bekerja dalam tim lintas fungsi, seperti yang dibutuhkan di industri digital,” jelas Anandoz.

Pelaksanaan IndonesiaNEXT tahun ini diawali dengan roadshow ke sejumlah kampus, dimulai dari ITB sebagai kampus pertama yang dikunjungi. Kegiatan ini menghadirkan sesi berbagi pengalaman dan wawasan industri melalui DigiTalks, dengan melibatkan praktisi, akademisi, serta alumni program.

Selain ITB, roadshow juga dijadwalkan berlangsung di Universitas Gadjah Mada, BINUS University Bekasi, dan Universitas Brawijaya. Upaya ini bertujuan mendekatkan akses pengembangan talenta digital langsung ke lingkungan kampus.

PENYEMPURNAAN KURIKULUM
Dalam satu dekade perjalanannya, IndonesiaNEXT juga terus melakukan penyempurnaan kurikulum. Tahun ini, Telkomsel menambahkan sejumlah komponen baru untuk memperkuat kesiapan karier peserta, antara lain  hackathon, role-oriented tutoring, career coaching, serta mentoring intensif satu-satu dengan pakar industri.

Anandoz menegaskan bahwa pendekatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesiapan mental dan profesional peserta dalam menghadapi dunia kerja. “Kami ingin menciptakan talenta yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif, kolaboratif, dan siap bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Pada tahap akhir program, peserta terbaik akan mendapatkan penghargaan dalam berbagai kategori, seperti The Best Hustler, The Best Hipster, dan The Best Hacker, serta tim dengan solusi paling inovatif.

Dengan pendekatan yang semakin komprehensif, Telkomsel berharap IndonesiaNEXT dapat terus menjadi motor penggerak lahirnya talenta digital unggul di Indonesia. “Kami ingin memastikan program ini tetap relevan dan berdampak, sehingga generasi muda mampu menjawab tantangan industri digital yang terus berkembang,” kata Anandoz. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya