Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWASAN Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, kini mempunyai pabrik grinding ball (bola logam berbahan baja), setelah pabrik tersebut diresmikan, pada Rabu (15/4). Investasi strategis ini tidak hanya memperkuat rantai pasok industri tambang dan semen dalam negeri, tetapi juga diposisikan sebagai basis produksi berorientasi ekspor dengan standar global.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, yang menghandiri peresmian pabrik grinding ball, menyampaikan jka sektor manufaktur tetap menjadi motor utama ekonomi nasional. Pada kuartal IV 2025, sektor ini tumbuh 5,08%, sementara industri logam dasar melesat hingga 14,76% yang menunjukkan tingginya permintaan material untuk sektor strategis.
“Kehadiran industri grinding ball sangat penting sebagai bagian integral dari rantai pasok pertambangan dan semen, sekaligus mendukung hilirisasi sumber daya alam,” ujar Faisol.
Faisol menuturkan dengan beroperasinya fasilitas ini, kapasitas produksi grinding ball nasional melonjak dari sekitar 280 ribu ton menjadi 480 ribu ton per tahun. Lonjakan ini diyakini mampu menekan ketergantungan impor sekaligus mendorong Indonesia menjadi pusat produksi regional untuk produk logam bernilai tambah.
“Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 4,99 hektare ini dibangun dalam waktu relatif singkat, hanya sekitar 15 bulan sejak peletakan batu pertama. Nilai investasi tahap pertama mencapai sekitar US$50 juta atau setara Rp800 miliar,” terang Faisol.
Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, mengapresiasi kecepatan realisasi proyek tersebut. Enam bulan setelah penandatanganan langsung konstruksi, dan 15 bulan kemudian sudah beroperasi. Termasuk yang tercepat dibandingkan investasi lain di kawasan ini.
“Pada tahap awal, pabrik ini menyerap sekitar 150 tenaga kerja. Namun, sebagian proses produksi telah mengadopsi teknologi robotik untuk menangani material bersuhu tinggi, meningkatkan efisiensi sekaligus keselamatan kerja,” ujar Ngurah.
Ngurah menyebut keberadaan pabrik ini sangat strategis karena grinding ball merupakan komponen vital dalam proses penghancuran material tambang seperti nikel, tembaga, emas, hingga batu bara—yang selama ini masih banyak diimpor. “Sekarang kita bisa produksi sendiri. Ini substitusi impor yang sangat besar,” tegasnya.
BASIS EKSPOR
PT Elecmetal Longteng Indonesia merupakan perusahaan patungan antara ME Elecmetal asal Chile dan Longteng Special Steel Co., Ltd. dari Tiongkok dengan komposisi kepemilikan 50:50.
Menurut Chairman Board ME Elecmetal, Rolando Medeiros, fasilitas di Batang sebagai bagian penting dari strategi ekspansi global perusahaan. “Indonesia adalah batu loncatan kami untuk menjangkau pasar dunia. Fasilitas ini dirancang sebagai basis produksi ekspor dengan standar global," kata Rolando.
“Pada tahap awal, kapasitas produksi ditargetkan mencapai 130 ribu ton per tahun dan akan ditingkatkan hingga 200 ribu ton pada fase berikutnya. Sekitar 65–70% produksi akan diarahkan untuk pasar ekspor, sementara sisanya untuk memenuhi kebutuhan domestik,” ujar Rolando.
EKSPOR PERDANA
Rolando menyebut ekspor perdana direncanakan menuju Meksiko, dengan pasar utama lainnya mencakup Australia, Amerika Serikat, dan Kanada. “Secara global, ME Elecmetal telah beroperasi di lebih dari 50 negara dengan fasilitas produksi di berbagai kawasan, termasuk China, Zambia, Afrika Selatan, Chile, Peru, dan Amerika Serikat,” jelas Rolando.
Hal senada disampaikaan CEO ME Elecmetal, Eugene Arteaga, yang menekankan keunggulan teknologi yang dibawa ke Indonesia, terutama dalam meningkatkan efisiensi industri pertambangan. Produk ini mampu menurunkan biaya per ton bijih yang diproses dan menghadirkan generasi baru grinding ball yang lebih produktif dan berkelanjutan.
“Teknologi produksi yang digunakan mampu mengurangi emisi karbon hingga 60%, menjadikannya sejalan dengan tren global menuju industri hijau. Selain itu, transfer teknologi menjadi fokus utama kerja sama ini,” jelas Eugene. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved