Hujan Beberapa Jam Tenggelamkan Sukoharjo, Ribuan Siswa Diliburkan

Widjajadi
15/4/2026 21:44
Hujan Beberapa Jam Tenggelamkan Sukoharjo, Ribuan Siswa Diliburkan
Ilustrasi(MI/WIDJAJADI)

HUJAN deras beberapa jam sejak Selasa sore (14/4/2026) hingga Rabu dini hari, mengakibatkan banjir di sejumlah desa wilayah di kecamatan Grogol,Baki, dan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. 

Ribuan siswa terpaksa diliburkan karena puluhan sekolah terendam, dan ratusan pemukiman juga diterjang banjir, hingga memunculkan gelombanh pengungsian.

Pantauan BPBD ( Badan Penanggulanhan Bencana Daerah ) Sukoharjo menunjukkan, di Kecamatan Grogol, beberapa sekolah yang terdampak banjir adalah SDN Sanggrahan 01 dengan air masuk ke ruang guru dan kelas, SDN Cemani 05, SDN Langenharjo 03, SDN Madegondo 03, dan SDN Telukan 03. Serta SMPN 2 Grogol.

Sementara di Kecamatan Baki, dampak banjir terpantau lebih luas. Di SDN Bakipandeyan 1, akses masuk dan area parkir terendam air. SDN Purbayan 02, dan SDN Purbayan 01 mengalami banjir setinggi lutut orang dewasa hingga masuk ke rumah penjaga dan ruang kelas.

Banjir terparah melanda SDN Duwet 02, di mana air masuk ke sejumlah ruang kelas, ruang guru, hingga toilet siswa. Lalu di SDN Duwet 01, air juga masuk ke rumah dinas dan toilet, sementara halaman masih tergenang. Hal sama juga menimpa sejimlah SG di wilayah Gentan.

Di Kecamatan Gatak, beberapa sekolah juga terdampak, di antaranya SDN Krajan 02 dengan genangan air di halaman setinggi sekitar 60 sentimeter, SDN Blimbing 01 dan SDN Krajan 01 dengan seluruh halaman terendam, serta SDN Sraten 01 yang halamannya tergenang air.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Disdikbud ) Kabupaten Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo membeberkan, karena pulujan sekolah hingga Rabu masih dikepung banjir, maka sekolaj terpaksa diliburkan.

"Berdasarkan data sementara, puluhan sekolah dasar di beberapa kecamatan terdampak banjir dengan kondisi bervariasi, mulai dari halaman tergenang hingga air masuk ke ruang kelas, sehingga proses kegiayan belajar mengajar ( KBM) diliburkan," kata Havid.

Disdikbud Sukoharjo  terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan sekolah-sekolah terdampak untuk memastikan keselamatan siswa serta kesiapan sarana prasarana sebelum KBM kembali dilaksanakan.

“Kami prioritaskan keselamatan siswa dan guru. Sekolah akan kembali dibuka setelah kondisi benar-benar aman dan memungkinkan,” lugas Havid.

Lebih dari itu, pihak sekolah diminta untuk cepat melakukan pembersihan jika air sudah surut, agar siswa dapat bisa segera beraktivitas KBM. 

Sementara  Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, menjelaskan, hingga Rabu pagi banjir masih terjadi di beberapa wilayah, terutama di Kecamatan Grogol dan Baki. 

"Salah satu titik cukup parah terdampak banjir terjadi di di ruas jalan dari arah utara Balai Desa Cemani menuju selatan ke arah PT Konimex, sehingga lalu lintas harus dialihkan karena genangan cukup tinggi," kata dia.

Menurut dia, banjir juga masih menggenangi sejumlah wilayah di Desa Manang dan Gentan, Kecamatan Baki. Bahkan, jalan raya Manang–Pajang hingga pagi ini masih tergenang air sehingga memperlambat arus lalu lintas dan mobilitas warga.

"Curah hujan tinggi yang terjadi dalam durasi cukup lama sehingga menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke permukiman serta jalan jalan," imbuh lagi.

Relawan kemanusiaan BPBD Sukoharjo terus bergerak membantu proses evakuasi pengungsian di sejumlah wilayah Grogol. Evakuasi dilakukan terutama terhadap kelompok rentan seperti lansia dan balita. 

Mereka sementara waktu ditempatkan di rumah kerabat yang dinilai lebih aman dari potensi banjir susulan. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memperparah kondisi genangan di wilayah tersebut. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya