Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LUAS kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Provinsi Riau dari 1 Januari hingga 31 Maret 2026 telah tembus mencapai 8.555,4 Hektare (Ha). Jumlah luas tersebut kemungkinan besar akan terus bertambah mengingat ancaman bahaya El Nino yang diprediksi akan mengalami puncak Kahutla Riau pada Juni hingga September 2026.
“Luasan berdasarkan analisa citra satelit kerjasama Kemenhut-BRIN dan KLH. Juni-September 2026 diprediksi menjadi puncak potensi Karhutla,” tegas Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dakarhut) Sumatra Ferdian Krisnanto kepada Media Indonesia, Rabu (15/4).
Ia menjelaskan, sebagai pembanding pihaknya juga telah menampilkan periode yang sama Januari-Maret di tahun 2019 sampai 2026 yang dapat diakses pada website www.sipongi.gakkum.kehutanan.go.id. Dari data luasan itu diketahui juga jika Karhutla Riau tahun 2026 seluas 7.787,4 ha terjadi tanah gambut dan seluas 767, 9 ha di tanah mineral.
“Semester II perlu diwaspadai lebih lagi. Di periode Maret ini ada kesusahan karena banyak citra tertutup awan, jadi nunggu clear (cerah) dulu nanti akan di-update di April,” jelas Ferdian.
Sejauh ini, kata Ferdian, tindakan antisipasi menjadi perhatian khusus dan evaluasi oleh tim pemadam. Saat ini selain operasi pencegahan di darat dengan patroli-patroli, ada 3 pesawat OMC (Operasi Modifikasi Cuaca/hujan buatan) di Riau yang terus melakukan operasi dengan memanfaatkan kondisi potensi hujan yang tersisa.
“Yang perlu terus disampaikan adalah bagaimana kita evaluasi dari sisi pemerintah daerah sampai desa,” tegasnya.
Operasi pemadaman Karhutla Riau akan terus disiapkan seiring dengan status Siaga Darurat Karhutla Riau. Selain penyiapan tim darat, tim udara yang terdiri dari helikopter water bombing dan helikopter patroli ditambah lagi OMC hujan buatan akan terus berjaga untuk menghadapi ancaman terulangnya kembali bencana kabut asap Karhutla Riau.(RK)
LUAS kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau hingga pekan pertama Februari 2026 masih meluas, terutama di beberapa wilayah terparah.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap ketiga di Provinsi Riau untuk upaya preventif memperpanjang masa tanggap darurat karhutla
Wapres RI Gibran Rakabuming Raka menyampaikan apresiasi penanganan karhutla di Riau. Ia menyampaikan pengetatan pembukaan lahan
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyegel dan menghentikan operasional perusahaan terkait karhutla di Riau
OPERASI Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan untuk pemadaman karhutla di Provinsi Riau telah berhasil menurunkan hujan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved