Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI bawah naungan atap rumah yang sederhana di Kampung Jambak, Pasaman, Sumatra Barat, keriuhan protokoler perlahan luruh, berganti dengan aroma hangat nasi yang mengepul dan tawa akrab keluarga. Selasa (14/4) siang itu, sosok pria yang selama puluhan tahun dikenal sebagai "Si Doel" oleh jutaan rakyat Indonesia, melepaskan sejenak atribut jabatan politiknya.
Kepulangan Rano Karno ke tanah leluhurnya di Bonjol berlangsung penuh haru dan makna. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan di Museum Tuanku Imam Bonjol, berziarah ke makam keluarga, hingga mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah, kunjungan tersebut ditutup dengan tradisi makan bajamba.
Tradisi makan bersama khas Minangkabau itu digelar di rumah pusaka peninggalan ayahandanya, Soekarno M. Noer, yang berada di Kampung Jambak, Bonjol, Selasa (14/4). Suasana berlangsung khidmat dan hangat, dihadiri oleh Bupati Pasaman Welly Suhery, tokoh adat, serta masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut menjadi simbol kepulangan yang telah lama dinantikan oleh keluarga dan warga Bonjol. Sosok yang dikenal luas sebagai “Si Doel” itu tampak larut dalam kebersamaan, menyatu dengan masyarakat dalam tradisi yang sarat nilai kekeluargaan.
“Ini saya berkunjung ke rumah pusako sekaligus mengirim doa dan tahlil bersama keluarga. Juga bersilaturahmi dengan Wali Nagari dan dunsanak Bonjol serta masyarakat Pasaman,” ujar Rano Karno.
Ia mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan yang ketiga kalinya ke Bonjol, meski jeda waktunya cukup lama, sekitar sepuluh tahun. Rano menjelaskan bahwa kakek dan neneknya berasal dari Kampung Jambak, sehingga daerah tersebut memiliki arti penting dalam perjalanan hidupnya.
“Kunjungan saya ini yang ketiga. Sebelum saya datang, kakak dan adik saya sudah lebih dulu berkunjung untuk memperbaiki rumah keluarga. Walau kecil dan sederhana, rumah ini adalah bagian dari sejarah yang tidak ingin saya putuskan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rano Karno menuturkan bahwa kedatangannya juga merupakan amanah dari almarhumah ibundanya. Ia mengaku pernah berjanji untuk mengunjungi Bonjol bersama sang ibu, namun belum sempat terwujud.
“Saya membawa amanah beliau sekaligus menelusuri silsilah keluarga agar tidak terputus. Itulah tujuan sebenarnya dari kunjungan ini,” tuturnya.
Putra Soekarno M. Noer itu juga menyampaikan apresiasi kepada media dan masyarakat atas sambutan hangat yang diberikan. Bahkan, momentum ini turut mempertemukan kerabat dari berbagai daerah, termasuk dari Sumatera Utara.
“Mudah-mudahan ini bukan akhir, melainkan awal agar ke depan kita bisa lebih sering bertemu,” pungkasnya.
Makan bajamba merupakan tradisi khas Minangkabau yang mencerminkan kebersamaan dan rasa syukur. Dalam tradisi ini, masyarakat makan bersama dalam satu hidangan besar, duduk bersila, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan serta penghormatan antarsesama. (YH/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved