Mahasiswa UGM Ciptakan Stiker Pintar Kulit Buah Naga Pantau Kualitas Daging

Agus Utantoro
15/4/2026 09:30
Mahasiswa UGM Ciptakan Stiker Pintar Kulit Buah Naga Pantau Kualitas Daging
(MI/Agus Utantoro)

LIMBAH kulit buah naga (Hylocereus undatus atau Hylocereus polyrhizus) yang selama ini sering terbuang, kini berhasil disulap menjadi inovasi teknologi mutakhir. Dua mahasiswa Program Pascasarjana S2 Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Nur Afni Rezkika dan Fiki Nimatul Jannah, menciptakan stiker pintar (smart sticker) untuk memantau kualitas daging ayam secara real-time.

Nur Afni menjelaskan bahwa stiker ini memanfaatkan pigmen betalain yang terkandung dalam kulit buah naga. Senyawa ini memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan pH yang terjadi pada daging ayam seiring dengan penurunan tingkat kesegarannya.

"Teknologi ini dirancang untuk memantau kualitas daging ayam secara objektif. Stiker akan berubah warna sesuai kondisi daging, dan perubahan tersebut dapat dibaca melalui aplikasi bernama MeatSafe menggunakan kamera ponsel pintar," ujar Afni di Kampus FTP UGM, Rabu (15/4).

Solusi Biopackaging yang Ramah Lingkungan

Selain berfungsi sebagai indikator kesegaran, inovasi ini mengusung konsep biopackaging. Material yang digunakan bersifat biodegradable atau mudah terurai secara alami, sehingga jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan kemasan plastik konvensional.

"Selain ramah lingkungan, ini sekaligus berpotensi menjadi alternatif kemasan yang lebih ekonomis karena memanfaatkan limbah," tambahnya.

Sabet Penghargaan Internasional di Malaysia

Berkat terobosan ini, Nur Afni dan Fiki berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang 2nd International Student Summit (ISS) yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14-15 Februari lalu. Mereka sukses membawa pulang tiga kategori penghargaan sekaligus:

  • Gold Medal Sub Theme Food
  • Best Presentation
  • 3rd Winner (Juara Umum Ketiga)

Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 1.002 mahasiswa dari enam negara. Rangkaian seleksi yang ketat meliputi penilaian paper, presentasi poster, hingga babak final di Malaysia. Afni mengaku tantangan terberat adalah membagi waktu antara persiapan lomba dengan penelitian tesis S2 mereka.

"Kami berusaha memberikan presentasi yang komprehensif didukung dengan argumentasi ilmiah yang kuat. Pengalaman ini sangat berharga untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan komunikasi ilmiah di tingkat internasional," ungkapnya.

Mendukung Keamanan Pangan Berkelanjutan

Ke depan, tim inovator UGM ini berharap stiker pintar tersebut tidak hanya berhenti sebagai prototipe kompetisi, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata di industri pangan. Pemanfaatan limbah kulit buah naga dinilai sebagai solusi berkelanjutan yang mendukung keamanan pangan (food safety).

Langkah ini juga dinilai sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam hal konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta inovasi industri. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya