Kronologi Meninggalnya Bripda Natanael yang Diduga Tewas Dianiaya Senior

Hendri Kremer
14/4/2026 17:50
Kronologi Meninggalnya Bripda Natanael yang Diduga Tewas Dianiaya Senior
Ilustrasi(Dok Freepik)

PERISTIWA meninggalnya anggota polisi diduga dianiaya senior kembali terjadi. Bripda Natanael Simanungkalit meninggal di lingkungan rumah susun (rusun) mess bintara remaja di Batam pada Selasa (15/4) pagi.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Nona Preccilia Ohei, mengatakan Kapolda Kepri telah memerintahkan penanganan kasus ini secara menyeluruh dan tegas. Bidang Propam bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum dilibatkan untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut.

“Kapolda menyampaikan duka cita mendalam dan telah memerintahkan penanganan secara tuntas. Polda Kepri tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran,” katanya, Selasa (14/4).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden ini diduga bermula dari pertandingan sepak bola antara kelompok senior dan junior di lingkungan barak pada Senin (13/4) malam. Ketegangan disebut muncul setelah tim senior mengalami kekalahan.

Situasi tersebut diduga berlanjut menjadi aksi kekerasan fisik terhadap korban sekitar pukul 00.00 WIB. Hingga kini, penyidik masih mendalami kronologi lengkap serta keterlibatan sejumlah pihak. Dugaan sementara mengarah pada keterlibatan beberapa personel senior.

Pihak keluarga korban mengaku terpukul atas kejadian ini. Mereka menyebut korban yang merupakan lulusan bintara tahun 2025 itu sempat melakukan panggilan video sehari sebelum kejadian dalam kondisi sehat tanpa menunjukkan adanya masalah.

Melalui kuasa hukumnya, keluarga mendesak agar kasus ini diusut secara transparan dan seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kasus ini kembali menjadi sorotan terkait dugaan praktik kekerasan dan budaya senioritas di lingkungan barak kepolisian. Sebelumnya hanya berselang dua bulan yang lalu, Bripda Dirja Pratama juga meninggal dunia akibat dianiaya seniornya, Bripda PN. Bripda PN pun telah dipecat dengan tidak hormat yang ditetapkan melalui sidang etik karena terbukti melakukan penganiayaan.

Hingga saat ini, suasana duka masih menyelimuti instalasi forensik RS Bhayangkara, sementara proses penyelidikan terus berjalan. (HK/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya