Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
VIRALNYA video rombongan pejabat yang berhenti untuk berfoto di jalur ekstrem Tanjakan Sitinjau Lauik, Sumatra Barat, berbuntut panjang. Dua anggota kepolisian yang melakukan pengawalan kini diperiksa oleh Propam karena diduga lalai dalam menjalankan tugas pengamanan lalu lintas.
Peristiwa ini mencuat setelah video yang memperlihatkan rombongan kendaraan berhenti di tikungan tajam Sitinjau Lauik ramai beredar di media sosial pada Senin (13/4). Dalam video tersebut, rombongan yang diduga membawa mantan anggota DPR RI, Arteria Dahlan, tampak berhenti di jalur berbahaya untuk berfoto.
Aksi tersebut menuai kritik luas karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. Sitinjau Lauik sendiri dikenal sebagai jalur dengan tanjakan curam, tikungan ekstrem, serta visibilitas terbatas yang rawan kecelakaan.
Sebagai tindak lanjut, dua personel Satlantas Polres Solok Kota, yakni Briptu SAN dan Bripda SA, kini menjalani pemeriksaan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).
Kasat Lantas Polres Solok Kota, Iptu Akbar Tanjung, membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.
“Kami sudah laksanakan pemeriksaan terhadap personel. Sementara masih dimintai keterangan oleh Propam,” ujar Iptu Akbar Tanjung.
Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami dugaan pelanggaran prosedur pengawalan, terutama karena rombongan sempat berhenti di titik yang dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan lalu lintas.
Pengawalan kendaraan pejabat sejatinya memiliki aturan ketat, termasuk larangan menghentikan arus di lokasi berbahaya tanpa alasan darurat. Namun dalam kasus ini, penghentian kendaraan diduga dilakukan hanya untuk kepentingan dokumentasi.
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menilai langkah pemeriksaan terhadap anggota polisi sudah tepat.
“Sudah tepat, foto-foto tersebut mengganggu lalu lintas dan keselamatan,” tegas Sugeng.
Ia juga mendorong agar pemeriksaan tidak hanya berhenti pada petugas di lapangan, tetapi juga menyasar pihak atasan yang memberikan izin pengawalan.
Jalur Sitinjau Lauik merupakan salah satu ruas paling di Indonesia, dengan kemiringan ekstrem dan tikungan tajam yang sering menjadi lokasi kecelakaan. Kendaraan yang berhenti di area tersebut berpotensi memicu kemacetan hingga tabrakan beruntun, terutama bagi kendaraan berat yang membutuhkan momentum saat menanjak.
Dalam video yang beredar, terlihat kendaraan lain harus memperlambat laju bahkan berhenti karena terhalang rombongan pejabat tersebut. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran publik terkait penyalahgunaan fasilitas pengawalan.
Saat ini, publik menanti hasil pemeriksaan Propam terhadap dua anggota polisi tersebut. Kepolisian memastikan akan memberikan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP).
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penggunaan fasilitas negara, termasuk pengawalan polisi, harus tetap mengutamakan keselamatan publik di atas kepentingan pribadi atau dokumentasi. (E-4)
SEBUAH video yang memperlihatkan rombongan mobil mewah dengan pengawalan kepolisian berhenti di tengah jalur ekstrem Tanjakan Sitinjau Lauik, Sumatera Barat, menjadi viral di media sosial.
Bagi para sopir truk lintas Sumatra, nama Tanjakan Sitinjau Lauik bukan sekadar nama jalan, melainkan sebuah ujian nyali dan keterampilan mengemudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved