Seleksi Kesehatan PMB Polbangtan Yoma 2026 Diikuti Ratusan Peserta, Digelar di RSPAU Hardjolukito

Irvan Sihombing
13/4/2026 21:14
Seleksi Kesehatan PMB Polbangtan Yoma 2026 Diikuti Ratusan Peserta, Digelar di RSPAU Hardjolukito
Sebanyak 144 peserta dijadwalkan mengikuti pemeriksaan, namun yang hadir tercatat 129 orang, sementara 15 lainnya tidak mengikuti kegiatan.(Dok. Istimewa)

PEMERIKSAAN kesehatan calon mahasiswa jalur undangan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) digelar pada 13–15 April 2026 di RSPAU Hardjolukito

Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi untuk memastikan peserta memiliki kesiapan fisik dan mental sebelum menempuh pendidikan vokasi di bidang pertanian.

Sebanyak 144 peserta dijadwalkan mengikuti pemeriksaan, namun yang hadir tercatat 129 orang, sementara 15 lainnya tidak mengikuti kegiatan. Ketidakhadiran tersebut umumnya disebabkan oleh jadwal yang bersamaan dengan ujian akhir sekolah di daerah masing-masing.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur RSPAU Hardjolukito Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S, Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan, jajaran pimpinan kampus, panitia PMB, serta orang tua calon mahasiswa yang turut mendampingi.

Direktur RSPAU Hardjolukito Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung proses seleksi kesehatan secara profesional. 

“Kami memastikan seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan dilaksanakan secara profesional dan sesuai standar medis, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar yang akurat dalam menentukan kelayakan peserta,” ujarnya dalam keterangan, Senin (13/4/2026).

Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan tahapan krusial dalam seleksi mahasiswa baru. “Pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan calon mahasiswa siap mengikuti pendidikan vokasi yang menuntut kesiapan fisik dan mental. Selain itu, peserta tes kesehatan berikutnya dari jalur umum seluruhnya akan melaksanakan pemeriksaan di RSPAU Hardjolukito,” ungkapnya.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan mencakup berbagai aspek utama, mulai dari fisik diagnostik seperti tinggi dan berat badan, tekanan darah, pemeriksaan gigi, THT, hingga organ dalam dan saraf. Selain itu, peserta juga menjalani pemeriksaan laboratorium, termasuk tes darah, urine, fungsi hati dan ginjal, tes narkoba, hingga rekam jantung. Untuk peserta perempuan, dilakukan pula pemeriksaan kehamilan.

Di sisi lain, aspek kejiwaan dan kebugaran turut menjadi perhatian melalui tes psikologi menggunakan MMPI-2 Dewasa yang dilanjutkan wawancara, serta uji kebugaran jasmani. Seluruh rangkaian ini dilakukan oleh tim medis profesional guna memastikan setiap peserta memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian membutuhkan sumber daya manusia yang sehat dan tangguh.

“Pembangunan pertanian membutuhkan generasi muda yang kuat secara fisik dan mental. Oleh karena itu, proses seleksi seperti pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas SDM pertanian ke depan,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyatakan bahwa kualitas lulusan Polbangtan ditentukan sejak proses seleksi awal.

“Kami berkomitmen mencetak SDM pertanian yang profesional, berdaya saing, dan siap terjun langsung ke lapangan. Kesehatan menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan pendidikan vokasi pertanian,” jelasnya. (I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya