Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PETANI kopi di Kabupaten Pidie, Aceh, mulai tersenyum lebar. Pasalnya biji bahan baku kopi, kue, es krim, puding, bahan kecantikan dan aroma terapi itu sekarang mulai memasuki musim panen.
Kawasan penghasil kopi di Kabupaten Pidie yakni meliputi dataran tinggi, yaitu Kecamatan Tangse, Mane dan Geumpang. Sedikitnya ada tiga jenis kopi yang gemar di budi daya petani setempat, masing-masing adalah Arabika, Robusta, dan Liberika.
Penelusuran Media Indonesia, di Kecamatan Tangse, pada Minggu dan Senin (13/4), lokasi yang sudah memasuki musim panen kopi antara lain di Gampong (Desa) Ulee Gunong, Blang Dhot, Paya Guci, Keubon Nilam. Lalu disusul Gampong Ranto Panyang, Blang Pandak dan Blang Bungong dan Blang Malo.
Karena itu setiap pagi, petani di kawasan pedalaman nan dingin itu sibuk pergi memetik biji kopi di kebun mereka. Kebun mereka sebagian besar di lereng gunung atau lembah ngarai. Bagi yang sudah mulai panen besar tentu mengongkosi para pekerja harian.
Pemandangan indah juga menghiasi di halaman-halaman rumah sepanjang jalur Nasional Keumala-Tangse, yaitu warga menjemur biji kopi yang baru di panen itu dalam tikar terpal plastik. Ada juga yang di jemur di pelataran pinghiran jalan, halaman meunasah (musallah desa) dan lahan terbuka lainnya.
"Awal belan April sudah mulai memasuki musim panen. Insya Allah bulan depan semakin banyak lagi. Mudah mudahan tidak terganggu cuaca buruk" kata Muhammad Khaifal Al-Khudri, Sekretaris Gampong Ulee Gunong yang juga petani setempat.
Sesuai catatan yang diperoleh Media Indonesia, luas kebun kopi di Kecamatan Tangse sekitar 6.526 hektare (ha). Itu tersebar di 28 Gampong (desa) dan kawasan lereng pengunungan dataran tinggi itu.
Tokoh adat Kabupaten Pidie Zainuddin, mengatakan hasil produksi kopi di dataran tinggi nan dingin itu sekitar 3 ton/ha. Puncak musim panen raya biasanya pada bulan Agustus.
"Biasanya di Tangse musim panen kopi bertahap atau tidak bersamaan antara satu lembang gunung dengan lokasi lainnya. April bulan ini baru awal musim panen di beberapa lokasi," tutur Zainuddin yang juga Pawang Hutan di Kabupaten Pidie.
Adapun harga gabah biji kering panen pada tingkat tengkulak di Kecamatan Tangse sekarang masing-masing adalah Kopi Robusta Rp65.000 per kilogram (kg). Lalu biji kopi Arabika Rp90.000 per kg dan biji gabah kopi Loberika Rp62.000 per kg.
Lelaki yang dikenal pencinta alam dan aktivis lingkungan hidup itu berharap pemerintah melalui sektor perkebunan atau pertanian untuk memberikan intervensi dan mengawasi harga pasar kopi. Pasalnya setiap musim panen raya sering terjadi permainan harga oleh tengkulak atau pedagang penampung.
"Sering mereka beralasan permintaan pasar domestik sedang lesu atau tidak ada permintaan ke luar daerah. Permainan harga turun Rp5.000 sampai Rp10.000 per kilogram, sering ketika sedang musim panen raya atau menjelang Lebaran Idulfitri dan Idul Adha," ucapnya.
"Tengkulak kadang mengambil kesempatan saat petani terjepit ekonomi. Yang penting mendapatkan keuntungkan besar, tanpa menghiraukan nasib petani" tutur Zainuddin yang juga petani kopi di dataran tinggi Kecamatan Tangse itu. (MR/E-4)
Kopi Sulawesi serta Kopi Sumatra Aceh Mandheling Gayo memiliki cita rasa khas yang telah mendapatkan apresiasi global
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved