Kawasan Rumah Kos Padukan Hunian dengan Pembelajaran

Media Indonesia
13/4/2026 15:23
Kawasan Rumah Kos Padukan Hunian dengan Pembelajaran
(MI/HO)

PERUSAHAAN properti Lumbung Coin Eco-resort dan Indonesia Construction Architecture Network (ICAN) berkolaborasi dalam pengembangan kawasan rumah kos (rukos) yang memadukan konsep hunian (living) dengan pembelajaran (learning) bagi penghuninya. Kedua institusi pada Minggu (12/4) melakukan pre-launching pembangunan rukos yang lokasinya berdekatan dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim III, Junrejo, Kota Batu Malang, Jawa Timur. 

"Nanti kami membangun bootcamp di Lumbung Coin untuk menciptakan talenta-talenta di bidang digital yang siap bersaing di ekosistem digital lokal maupun global," kata Direktur Utama Lumbung Coin Eco-resort, Rosantika, dalam keterangannya, Senin (13/4). Dia juga optimistis lewat bootcamp bisa melahirkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas di bidang digital sehingga pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap program pemerintah menciptakan 19 juta lapangan kerja baru. 

Lumbung Coin Eco-resort dibangun di atas ketinggian 800 mdpl dengan udara segar memberikan keuntungan psikologis yang besar. Lingkungan yang jauh dari hiruk-pikuk kawasan padat industri komersial, menjadikan keseimbangan sempurna antara living dan learning. Kawasan ini diharap dapat memecahkan batas ruang kelas dan ruang sosialisasi. Ide-ide brilian (startup) tidak hanya lahir di meja pelatihan, tetapi juga saat ngopi santai di sore hari.

Guna mewujudkan hal tersebut, Lumbung Coin juga menggandeng Vocasia, penyedia platform pembelajaran digital (e-learning). Unit yang dibangun di dalam kawasan hanya terbatas 67 rumah yang masing-masing terdiri atas 12 kamar. Dengan konsep muslim friendly, hunian kos di dalamnya bakal dibedakan antara laki-laki dan perempuan. 

Sedangkan Chairman ICAN, Dian Putra, memastikan dengan kehadiran bootcamp di dalam lingkungan kos bisa menjadi benefit bagi mahasiswa atau masyarakat. Harapannya, tidak sekadar kuliah, mereka dapat ikut menciptakan peluang bisnis dengan talenta yang dimilikinya.

Lebih jauh Chairman Vocasia, Farid Subkhan, menyatakan kesiapannya membangun selter untuk menciptakan digitalpreneur. Asumsinya, semakin banyak perguruan tinggi tentu pasokan sumber daya manusia (SDM) juga semakin tinggi.

"Lewat pelatihan digitalpreneur kita ingin memberikan opsi karier bagi lulusan perguruan tinggi dan masyarakat umum. Sebagai lembaga pendidikan, kami menyediakan wadah pembelajaran (platform), materi (konten), dan pengajar. Sedangkan Lumbung Coin menyediakan tempat. Hal ini karena di tengah pembelajaran online, kita juga harus offline untuk pemateri dari kalangan praktisi untuk menularkan kisah suksesnya," ucap Farid.

Programnya ada beberapa paket yang bisa diambil untuk jangka waktu satu minggu, satu bulan, bahkan ada yang enam bulan. Mengintip materi yang akan diberikan, Farid menjelaskan pelatihan yang diberikan yaitu memanfaatkan perangkat (tools) digital yang sekarang menjadi tren dapat dimonetisasi untuk mendatangkan pendapatan. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya