Bandung Gelar Coaching Clinic Sepak Bola Putri

Naviandri
12/4/2026 22:04
Bandung Gelar Coaching Clinic Sepak Bola Putri
Pemain Persib Layvin Kurzawa ikut meramaikan Women Empowerment in Football di Lapangan Sidolig.(Dok.Diskominfo Kota Bandung)

KOTA Bandung menggelar program Women Empowerment in Football sebagai upaya mendorong pengembangan sepak bola putri sekaligus mencetak pelatih dan talenta perempuan yang mampu bersaing di tingkat global. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan peran perempuan dalam industri sepak bola nasional.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan program tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam masa depan sepak bola Indonesia.

“Ini saatnya kita membuktikan bahwa masa depan sepak bola Indonesia di tingkat dunia ada di tangan para pelatih dan pemain sepak bola wanita,” ujar Farhan saat membuka Coaching Clinic PSSI x FFF: Women Empowerment in Football – Coaching Clinic for Female Coaches di Lapangan Sidolig, Sabtu (11/4).

Farhan menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam membangun ekosistem olahraga yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, keterlibatan mitra global membuka peluang bagi perempuan Indonesia untuk mendapatkan pengalaman dan pelatihan berstandar internasional.

“Kolaborasi ini menjadi peluang besar bagi generasi muda, khususnya perempuan, untuk berkembang dan meningkatkan kualitas diri,” katanya.

KERJA SAMA PROGRAM
Program ini melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Kedutaan Besar Prancis, Institut Français Indonesia, serta Federasi Sepak Bola Prancis (FFF). Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem pembinaan sepak bola putri, khususnya di Kota Bandung.

Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa menyambut positif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai sepak bola tidak hanya sebagai olahraga, tetapi juga sarana untuk mendorong kesetaraan gender.

“Jawa Barat memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, terutama dari kalangan perempuan, yang perlu terus didorong melalui program-program pembinaan seperti ini,” ujar Buky.

Kegiatan coaching clinic ini berlangsung selama dua hari, 11–12 April 2026, di Lapangan Sidolig atau Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung. Kota Bandung dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena dinilai memiliki ekosistem sepak bola yang berkembang serta potensi atlet perempuan yang besar.

MATERI UTAMA
Pada hari pertama, pelatihan dimulai pukul 15.00 WIB dengan delapan materi utama. Peserta mendapatkan pelatihan teknik dasar seperti menembak, pengenalan posisi rekan setim, serta koordinasi gerak tanpa bola. Selain itu, peserta juga dilatih memahami cara membaca permainan lawan.

Materi lain yang diberikan meliputi latihan kombinasi umpan, kontrol bola, serta koordinasi motorik menggunakan bola. Sesi pelatihan juga dilengkapi dengan permainan mini untuk mengasah kemampuan praktik di lapangan.

Selain praktik, peserta mengikuti sesi kelas dan diskusi untuk memperdalam pemahaman taktik dan strategi permainan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelatih perempuan sekaligus memperluas peluang keterlibatan perempuan dalam berbagai peran di sepak bola.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan berharap pembinaan sepak bola putri dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan atlet dan pelatih perempuan berkualitas yang siap bersaing di tingkat internasional. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya