Lestarikan Budaya, Pemkab Tasikmalaya Gelar Pasanggiri Pencak Silat di Galunggung

Kristiadi
12/4/2026 09:25
Lestarikan Budaya, Pemkab Tasikmalaya Gelar Pasanggiri Pencak Silat di Galunggung
Pasanggiri pencak silat di objek wisata Galunggung, budaya seni bela diri sebagai warisan turun temurun.(MI/Kristiadi)

PEMERINTAH Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersinergi dengan Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) menggelar Pasanggiri Pencak Silat sebagai upaya melestarikan budaya leluhur. Kegiatan yang diikuti oleh 15 padepokan ini berlangsung pada Sabtu-Minggu (11-12/4/2026) di kawasan wisata Galunggung, Kecamatan Sukaratu.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menyelenggarakan berbagai acara kebudayaan. Menurutnya, seni bela diri pencak silat adalah warisan turun-temurun yang wajib dipertahankan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Membangun Karakter Anak melalui Budaya

Dalam sambutannya, Bupati Cecep menyoroti pentingnya pelibatan generasi muda dalam pelestarian seni bela diri ini. "Di Kabupaten Tasikmalaya ada 15 padepokan yang harus mempertahankan budaya seni pencak silat. Pelibatan anak-anak bertujuan membangun karakter agar mereka peduli terhadap budaya sejak dini," ujar Cecep, Minggu (12/4/2026).

Ia menambahkan bahwa pemilihan lokasi di area Galunggung bertujuan menghidupkan kembali pencak silat buhun sekaligus meningkatkan daya tarik destinasi wisata lokal. Pasanggiri ini merupakan bagian dari kalender tahunan Memory of Galunggung yang mencakup sejarah Kabuyutan, Sunda Kerta, Sukapura, hingga Tasikmalaya.

Visi Pelestarian Lingkungan dan Budaya

Bupati mendorong agar latihan pencak silat dapat dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu di Galunggung. "Galunggung adalah sumber kehidupan, maka harus ada etika alam. Kita harus menjaga budaya sekaligus merawat alam, jangan sampai merusaknya," tegasnya.

Kolaborasi Strategis dan Ekstrakurikuler

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berencana mengolaborasikan kegiatan seni budaya dengan BUMD, BUMN, serta berbagai ajang olahraga seperti Galunggung Trail Run, camping, hingga sepeda downhill.

Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Wandi Herpiandi, menyatakan bahwa pasanggiri ini bertujuan agar budaya pencak silat tetap membumi di Tasikmalaya.

"Kami mendorong anak-anak untuk berlatih di sanggar seni, padepokan, maupun melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Pencak silat di usia dini memiliki banyak manfaat, mulai dari membangun karakter, menjaga kesehatan, hingga menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya bangsa," pungkas Wandi. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya