Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT Campak kini sudah tidak bisa lagi disepelekan mengingat dalam beberapa kasus, penyakit campak dapat membawa pada komplikasi penyakit berat hingga menyebabkan kematian. Penyakit ini sangat mudah menular karena campak terjadi akibat infeksi virus _Morbilivirus_ yang menular melalui _droplets_ atau percikan liur dari mulut dan hidung penderita campak.
Gejala awal penyakit campak ditandai dengan sakit tenggorokan, mata berair atau kemerahan, dan bintik putih di dalam mulut. Ruam yang mulanya berupa bintik merah kecil akan menyatu dan ukurannya membesar.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mewaspadai situasi campak yang terjadi dalam skala nasional akibat banyaknya temuan kasus suspek campak di sejumlah wilayah Indonesia. Tercatat pada 2026 telah terdapat 572 kasus yang terkonfirmasi sebagai campak.
Menyikapi hal ini, Kemenkes terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus mengajak masyarakat luas untuk melakukan imunisasi campak rubella sebagai pencegahan efektif.
Perwujudan dari aksi pencegahan campak ini turut dilakukan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I di Surakarta dengan mengadakan program imunisasi campak dan rubella bagi anak bawaan pada Rabu (08/04).
Imunisasi yang dilakukan untuk satu anak bawaan dari warga binaan Rutan ini menjadi bentuk perhatian terhadap kesehatan anak sejak dini. Program ini bertujuan untuk melindungi anak dari risiko penyakit campak dan rubella yang berdampak serius pada tumbuh kembang mereka nantinya.
Program imunisasi campak dan rubella yang diadakan oleh Rutan Kelas I Surakarta tidak hanya didukung penuh oleh semua pihak Rutan, tetapi juga melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Gajahan.
Petugas kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas Gajahan dalam pemberian imunisasi secara aman dan terjadwal. Mereka juga melakukan edukasi kepada para ibu mengenai pentingnya vaksinasi.
Dengan adanya program ini, pihak-pihak bersangkutan berharap bahwa anak bawaan dari warga binaan dapat memiliki perlindungan kesehatan yang optimal sekaligus pertumbuhan yang sehat dan kuat.
Langkah yang paling ampuh untuk mencegah penyakit campak adalah dengan melakukan imunisasi campak dan MMR. Imunisasi tersebut dapat diberikan sejak anak berusia 9 bulan sementara vaksin MMR diberikan ketika anak menginjak usia 12-18 bulan dan diulang kembali saat berusia 5-7 tahun.
Vaksin campak dan MMR dapat diberikan kepada orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin sama sekali. Dosis vaksin tersebut sebanyak dua kali dengan jeda selama 28 hari antara dosis pertama dan kedua.
Bagi yang sedang merencanakan kehamilan, vaksin campak dan MMR dapat dilakukan minimal satu bulan sebelumnya karena vaksin MMR tidak dapat diberikan selama kehamilan.
Penularan campak juga dapat dicegah dengan melakukan isolasi mandiri ketika terkena penyakit ini. Isolasi dapat dilakukan sejak munculnya gejala hingga setelah ruam timbul.
Penderita campak dan orang yang merawat harus rutin mencuci tangan, menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin, tidak berbagai peralatan makan dan mandi, serta membersihkan rumah secara rutin. (Kemenkes RI, Instagram/@rutan_surakarta, CDC/P-3)
Program imunisasi campak rubella menyasar anak-anak sejak dini guna memberikan perlindungan maksimal dari risiko penyakit menular.
Pemerintah Kota Cilegon menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di empat kecamatan setelah 31 kasus positif ditemukan dalam sepekan terakhir.
Di balik perhatian besar pada pandemi Covid-19, para ahli kesehatan mengingatkan: ada penyakit yang lebih mematikan, yaitu campak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved