Gelar Donor Darah, Otorita IKN Himpun 300 Kantong Darah

Ervan Masbanjar
11/4/2026 19:59
Gelar Donor Darah, Otorita IKN Himpun 300 Kantong Darah
Seorang pekerja IKN tengah menyumbangkan darahnya.(Dok.Humas OIKN)

KEGIATAN donor darah dan sosialisasi skrining diabetes berbasis aplikasi yang digagas Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), berhasil menghimpun sebanyak 300 kantong darah dari para pendonor yang dinyatakan layak didonorkan. 

Kegiatan yang dilaksanakan di Kementerian Koordinator 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (10/04) dihadiri Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat, Alimuddin dan pejabat serta pegawai Otorita IKN, para pekerja dan masyarakat sekitar IKN. 

Pada kesempatan itu, Basuki menyampaikan, apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Semoga kegiatan ini menjadi amal ibadah bagi kita semua, dan hari ini kita dapat mengumpulkan minimal 300 kantong darah,” ujar Basuki.

Ditempat sama Alimuddin, mengatakan, kegiatan digelar bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPD HIPPI) Kalimantan Timur, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abadi Samboja, RSUD Ratu Aji Putri Botung, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Balikpapan, serta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Sepaku.

Diterangkannya, kegiatan ini yang dilakukan pihaknya ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pencegahan diabetes melitus melalui pemanfaatan teknologi digital. 

Selain itu, dalam kegiatan donor darah itu pihaknya, berharap dapat meningkatkan kepedulian sosial sekaligus memenuhi kebutuhan stok darah. “Saya nilai kegiatan kali ini jumlahnya paling banyak dibandingkan kegiatan sebelumnya. Mereka rata-rata telah mendaftar secara online,” ungkapnya. 

Dosen UMY, Mahendro Kusumo, mewakili Kepala Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit UMY, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung terwujudnya Ibu Kota Nusantara sebagai kota yang sehat dan berdaya saing.

“Sinergi antara pemerintah, akademisi, fasilitas kesehatan, dan organisasi masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan ibu kota yang sehat dan berdaya saing,” pungkasnya. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya