BMKG: Nusa Tenggara Timur Masuki Kemarau, Ditandai dengan Hari tanpa Hujan

Palce Amalo
11/4/2026 16:52
BMKG: Nusa Tenggara Timur Masuki Kemarau, Ditandai dengan Hari tanpa Hujan
Ilustrasi(Dok)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat munculnya sinyal awal musim kemarau di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur yang ditandai dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori panjang hingga sangat panjang pada Dasarian I April 2026.

BMKG melalui Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Timur mencatat mulai munculnya sinyal awal musim kemarau di sejumlah wilayah di daerah tersebut.

Kondisi ini ditandai dengan terjadinya Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori panjang hingga sangat panjang pada Dasarian I April 2026.

Kepala Stasiun Klimatologi NTT, Rahmatulloh Adji, mengatakan secara umum wilayah NTT masih mengalami kombinasi hari hujan dan hari tanpa hujan dengan durasi relatif pendek.

“Sebagian besar wilayah masih berada pada kategori HTH sangat pendek, yakni antara 1 hingga 5 hari. Namun di beberapa lokasi sudah mulai terlihat HTH kategori panjang,” ujarnya seperti dikutip dari rilis iklim dasarian, Sabtu (11/4).

Ia menjelaskan, wilayah yang mengalami HTH kategori panjang (21–30 hari) antara lain terdapat di Kabupaten Rote Ndao, khususnya di sekitar Olafulihaa dan Busalangga, serta di Kota Kupang seperti wilayah Fatubena.

Sementara itu, kondisi yang lebih kering terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rote Ndao, tepatnya di sekitar Papela, yang tercatat mengalami HTH kategori sangat panjang, yakni antara 31 hingga 60 hari.

Dari sisi curah hujan, BMKG mencatat pada Dasarian I April 2026 sebagian besar wilayah NTT berada pada kategori rendah hingga menengah, yaitu berkisar 0 hingga 150 mm per dasarian.

Meski demikian, beberapa wilayah mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, di antaranya sebagian wilayah Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, Timor Tengah Utara, dan Sumba Barat.

Bahkan, sebagian kecil wilayah Manggarai, Manggarai Barat, dan Flores Timur tercatat mengalami curah hujan sangat tinggi, yakni di atas 300 mm per dasarian.

Untuk Dasarian II April 2026, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah NTT akan didominasi curah hujan kategori rendah.

“Wilayah NTT umumnya diprakirakan mengalami curah hujan rendah antara 0 hingga 20 mm per dasarian dengan peluang mencapai 71 hingga 100 persen,” jelas Rahmatulloh.

Sementara itu, sebagian wilayah seperti Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Kupang, Timor Tengah Selatan, dan Timor Tengah Utara diperkirakan mengalami curah hujan 21 hingga 50 mm per dasarian dengan peluang 51 hingga 90 persen. (PO/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
  • NTT Dilanda Musim Kemarau Mulai April

    06/3/2025 17:52

    Masyarakat diminta waspada terhadap cuaca ektstrem dengan hujan lebat disertai angin kencang yang bisa terjadi secara lokal atau sporadis jelang peralihan musim.