Banjir Cepu Jateng: 1 Warga Tewas Tersengat Listrik, Ratusan Rumah Terendam

Akhmad Safuan
11/4/2026 14:47
Banjir Cepu Jateng: 1 Warga Tewas Tersengat Listrik, Ratusan Rumah Terendam
Banjir di Cepu, Blora mengakibatkan ratusan rumah di sejumlah kelurahan terendam.(Dok. MI)

HUJAN lebat yang mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Tengah sejak Jumat (10/4) malam memicu banjir besar di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Bencana ini mengakibatkan ratusan rumah terendam air dengan ketinggian mencapai 125 centimeter dan memakan satu korban jiwa akibat tersengat aliran listrik.

Berdasarkan pemantauan hingga Sabtu (11/4) siang, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir masih melanda puluhan daerah di Jawa Tengah. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi bencana hidrometeorologi susulan seperti tanah longsor dan angin puting beliung.

Kronologi Warga Tewas Tersengat Listrik

Di tengah kepanikan warga menghadapi luapan air, suasana duka menyelimuti Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu. Seorang perempuan berinisial DR (48), yang diketahui merupakan karyawan BUMN, ditemukan tewas tersengat listrik saat banjir mulai memasuki kediamannya.

Kepala Seksi Humas Polres Blora, AKP Midiyono, mengonfirmasi insiden tragis tersebut. Menurutnya, ada dua orang yang tersengat listrik di lokasi kejadian, yakni ibu dan anak.

"Ibunya ditemukan meninggal dunia, sedangkan anaknya berinisial GZR (10) berhasil selamat dan segera dilarikan ke IGD Rumah Sakit NU Cakra Medika Cepu untuk mendapatkan perawatan medis," ujar AKP Midiyono.

Peristiwa bermula pada Jumat malam saat air mulai merembes ke dalam rumah. Kerabat korban yang sedang berusaha membersihkan lantai tiba-tiba mendengar teriakan. Saat diperiksa, kedua korban sudah tergeletak di lantai dapur yang tergenang air.

Ratusan Rumah Terendam Luapan Dua Sungai

Tim Respon Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Agung Tri, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Ngareng dan Sungai Taman Siswa. Debit air meningkat drastis setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Data sementara menunjukkan dampak banjir tersebar di beberapa titik:

  • Kelurahan Cepu: 125 rumah terendam.
  • Kelurahan Balun: 25 rumah terendam.
  • Kelurahan Karangboyo: Merendam fasilitas umum dan bangunan sekolah.
  • Desa Mulyorejo: Merendam akses jalan provinsi ruas Cepu-Singet.

Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan tetap siaga penuh di lokasi. Meskipun belum ada gelombang pengungsian besar, warga diminta waspada karena hujan lebat masih berpotensi meningkatkan ketinggian air.

Agung Tri menambahkan bahwa pihaknya telah menurunkan personel untuk membantu evakuasi dan penanganan darurat di lapangan. "Kami masih siaga penuh dan terus berupaya mengatasi dampak luapan sungai agar tidak semakin meluas," pungkasnya. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya