Bayi Nyaris Tertukar, RS Hasan Sadikin Bandung Akui ada Kelalain

Naviandri
10/4/2026 14:02
Bayi Nyaris Tertukar, RS Hasan Sadikin Bandung Akui ada Kelalain
Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung(Dok.Istimewa)

SEORANG bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS ) Bandung, Jawa Barat. Bayi tersebut ditempatkan di ruang NICU.

Nina Saleha, 27, warga Nanjung, Margaasih, Kabupaten Bandung Ibu dari bayi tersebut pada Kamis (9/4), mengeluhkan pelayanan kepulangan bayi di Gedung Kesehatan Ibu dan Bayi RSHS pada Rabu 8 April 2026 lalu. Ciutan Nina di media social (medsos) jadi viral, bahkan Gubernur Jawa barat (Jabar) Dedi Mulyadi melalui akun YouTube sempat berdialog dengan Nina.

Menyikapi kelalaian pihak RSHS Bandung, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Vini Adiani Dewi menegaskan, secepatnya akan melakukan evaluasi terhadap mutu pelayanan di RSHS.  

”Kami telah berkoordinasi dengan manajemen rumah sakit dan menjadwalkan kunjungan dalam waktu dekat. Kami sudah berkoordinasi. Dalam waktu dekat kami akan berkunjung ke RSHS, sementara pihak RSHS juga sudah lebih dulu mendatangi keluarga pasien,” paparnya.

Menurut Vini, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan terhadap kualitas layanan kesehatan. Evaluasi akan difokuskan pada aspek keselamatan pasien serta kepatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP). 

Mutu layanan itu mencakup keselamatan pasien dalam seluruh proses pelayanan, mulai dari pemeriksaan hingga tindakan medis. Termasuk dalam penyerahan bayi, tentu ada SOP yang harus dipatuhi. Itu yang akan didalami nanti.

“Pihak rumah sakit telah melakukan komunikasi dengan keluarga pasien. Kedua belah pihak disebut telah mencapai kesepakatan dan saling memaafkan atas insiden tersebut,” tuturnya. 

Sementara itu dikutip dari akun YouTube Dedi Mulyadi yang tengah melakukan percakapan telfon bersama Nina, Gubernur Jabar itu turut meminta keterangan kepada pihak RSHS yang juga ada di rumah Nina. Kepada gubernur yang disapa KDM itu, salah seorang mengaku bernama  Arif sebagai asisten manajer keperawatan. 

Dia hadir bersama ketua komite keperawatan dan manajer humas RSHS menjelaskan ada kelalaian dari perawat. Terkait sanksi, mereka memutuskan nonaktifkan sementara perawat tersebut dari pelayanan setelah proses klarifikasi dan diskusi. 

"Kami sudah klarifikasi, kita juga sudah kumpul dengan Pak Dirmed, sudah dilaporkan juga ke Pak Dirut, arahan dari Pak Dirut, sementara memang sebagai bentuk pembinaan kami nonaktifkan dulu dari pelayanan untuk kami analisis lebih dalam,” ungkap Arif. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya