Harga Gabah Padi di Aceh Turun di Tengah Panen Raya, Ada Dugaan Permainan Pasar

Amiruddin Abdullah Reubee
08/4/2026 20:57
Harga Gabah Padi di Aceh Turun di Tengah Panen Raya, Ada Dugaan Permainan Pasar
Ilustrasi(MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

PETANI padi sawah di kawasan Provinsi Aceh sedang memasuki panen raya musim rendengan (musim tanah utama). Setelah musim panen kali ini berakhir, petani mengharapkan bisa melanjutkan turun ke sawah musim gadu (musim tanam kedua) yang diperkirakan jatuh pertengahan bulan April hingga Mei 2026.

Lokasi yang sedang panen raya musim rendengan kali ini di Aceh antara lain adalah meliputi Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Aceh Besar dan Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Selatan. Ironisnya ditengah kondisi yang seharusnya menggembirakan itu, namun mereka dihantui oleh kondisi harga gabah yang terus menurun. 

Sesuai penelusuran Media Indonesia pada Selasa dan Rabu (8/4) di Kabupaten Pidie misalnya, harga gabah kering panen berkisar Rp 7.000-Rp 7.100/kg (kilogram). Harga itu lebih murah dari awal panen sekitar dua pekan lalu yang mencapai Rp 7.400/kg.

Tidak di ketahui secara jelas mengapa terjadi penurunan harga luar biasa dalam tempu waktu belum satu bulan. Apakan karena serapan beras menurun atau ulah tengkulak dan permainan pasar. 

"Pada awal musim padi di akhir bulan Ramadhan tiga pekan lalu harga gabah mencapai Rp 7.400/kg, sekarang menurun drastis menjadi R 70.000/kg. Penurunan dalam tempu waktu cukup singkat itu sangat meresahkan petani," kata Muhammad Nasir tokoh masyarakat petani di Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie. 

Adapun proses penurunan harga itu terus terjadi beberapa kali dari awal Lebaran Indulfutri 1447 H. Misalnya nya, menjelang lima hari lebaran harga gabah kering panen pada tataran Rp 7.300-Rp 7.300/kg.

Lalu diawal Idulfitri 1447 H atau tiga hari setelah Lebaran 2026 M itu turunenjadi Rp 7.200/kg. Lalu pekan kedua lebaran turun lagi menjadi Rp 7.100/kg dan sekarang bercokol pada posisi Rp 7.000/kg.

Karena itu petani di provinsi paling barang Indonesia itu semakin resah. Di khawatirkan harga gabah kering padi musim rendengan kali ini bakal turun lagi se iring meluarnya panen raya di Aceh Utara dan Aceh Timur. 

Ridwan petani di Kecamatan Indrajaya mengatakan, penurunan harga gabah setiap musim panen raya sudah sering terjadi di Aceh. Para pedagang pengumpul atau tengkulak biasa beralih dengan dua alasan. 

Yaitu mengaku sedang panen raya sehingga stok gabah melimpah. Lalu alasan lainnya yakni tidak ada uang untuk pembelian. 

"Dengan gertakan atau menakut-nakuti begitu, akhirnya petani terpaksa penjual walau hargai lebih rendah dari sebelumnya. Mana mungkin harga gabah berpengaruh besar karena hanya musim panen di Aceh. Sedangkan beras dari Aceh di pasok ke pasar luar daerah seperti Sumatra Utara dan provinsi lainnya," tutur Ridwan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya