Target Tambah Produksi 3.000 Ton Gabah, Gowa Optimalkan Cetak Sawah Rakyat

Lina Herlina
08/4/2026 14:19
Target Tambah Produksi 3.000 Ton Gabah, Gowa Optimalkan Cetak Sawah Rakyat
Target Tambah Produksi 3.000 Ton Gabah, Gowa Optimalkan Cetak Sawah Rakyat.(MI/Lina Herlina)

BUPATI Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menargetkan peningkatan produksi padi hingga 3.000 ton gabah kering panen (GKP) per musim tanam melalui optimalisasi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 40 hektare di Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, Rabu (8/4). 

Target ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung swasembada pangan nasional.

"Gowa adalah salah satu penopang pertanian di Sulsel. Saya tidak berhenti mendorong pertanian kita agar semakin maju," ujar Husniah.

Dari luasan 40 hektare tersebut, pemerintah daerah menargetkan produktivitas rata-rata 5 hingga 6 ton gabah kering panen (GKP) per hektar. 

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Gowa, Zubair Usman, menyebutkan potensi tambahan produksi mencapai 2.500 hingga 3.000 ton GKP setiap musim tanam.

"Program CSR menjadi langkah konkret menjawab tantangan kebutuhan pangan. Gowa bersyukur menjadi daerah penerima manfaat. Tahun 2026 kami usulkan tambahan 30 hektar," jelas Zubair.

Selain perluasan lahan, Bupati Sitti Husniah menekankan pentingnya dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) tidak hanya melalui sistem pinjam pakai, tetapi juga kepemilikan langsung oleh petani. 

Saat ini, telah disalurkan traktor roda empat, traktor roda dua, crawler, pompa air, serta benih unggul bersertifikat seperti Mekongga, Inpari 32, Inpari 9, Inpari 47, dan Nutrizinc.

Direktur Pelindungan dan Optimasi Lahan Kementerian Pertanian RI, Dede Sulaiman, yang turut hadir menyatakan bahwa Sulawesi Selatan, termasuk Gowa, merupakan wilayah potensial untuk program prioritas nasional ini. 

Selain CSR, pemerintah pusat juga menyiapkan program optimasi lahan untuk sawah eksisting seluas hampir 60 ribu hektare di Sulsel.

"Jika masih ada potensi lain di Gowa, kami siap mendukung. Harapan kami, sawah eksisting bisa menjadi lahan produktif untuk swasembada berkelanjutan," pungkas Dede. (LN/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya