FTTH dan FWA Saling Melengkapi Percepat Pemerataan Internet

Naviandri
07/4/2026 23:17
FTTH dan FWA Saling Melengkapi Percepat Pemerataan Internet
Seminar yang diselenggarakan Institut Teknologi Bandung (ITB).(Dok.Istimewa)

MYREPUBLIC Indonesia menegaskan bahwa teknologi Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA) bukan saling menggantikan, melainkan saling melengkapi untuk mempercepat pemerataan akses broadband di Indonesia.

Hal itu disampaikan dalam seminar yang diselenggarakan Institut Teknologi Bandung (ITB) bertajuk “FTTH, FWA & Mobile Broadband: Strategi Manakah yang Terbaik untuk Mempercepat Pemerataan Akses Digital Indonesia.”

Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, mengatakan kedua teknologi tersebut memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda, sehingga membutuhkan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi wilayah.

“FTTH dan FWA memiliki karakteristik tantangan yang berbeda, mulai dari kebutuhan investasi dan kompleksitas pembangunan pada FTTH, hingga keterbatasan spektrum dan kualitas layanan pada FWA,” ujar Hendra dalam diskusi tersebut.

Ia menjelaskan, MyRepublic menerapkan strategi berbasis wilayah, dengan FTTH difokuskan di area padat berpenduduk dengan kebutuhan bandwidth tinggi, sementara FWA digunakan untuk mempercepat penetrasi layanan di wilayah semi-urban.

Menurut Hendra, FTTH tetap menjadi tulang punggung utama dalam menghadirkan konektivitas internet yang stabil dan berkapasitas besar. Sementara itu, FWA berperan sebagai pelengkap untuk memperluas jangkauan layanan, terutama di daerah yang belum terjangkau jaringan fiber optik.

“Perkembangan FTTH dan FWA tidak mengarah pada substitusi, tetapi saling melengkapi. FWA membuka peluang pasar baru, sementara FTTH tetap menjadi backbone utama,” katanya.

Ia menambahkan, dinamika harga layanan FWA di pasar tidak berdampak langsung terhadap layanan FTTH, namun tetap menjadi perhatian industri dalam membentuk ekspektasi harga ke depan.

Hendra juga menegaskan bahwa MyRepublic telah menghadirkan layanan internet berbasis full fiber optic yang stabil dan berkapasitas tinggi untuk mendukung berbagai kebutuhan digital masyarakat.

“Layanan FTTH MyRepublic menjadi pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan koneksi internet berkualitas tinggi dan konsisten, baik untuk produktivitas maupun hiburan,” ujarnya.

SOLUSI ALTERNATIF
Di sisi lain, FWA dinilai sebagai solusi alternatif untuk menghadirkan akses broadband di wilayah yang belum terjangkau fiber. Hendra menekankan bahwa FTTH, FWA, dan jaringan seluler harus dipandang sebagai solusi yang saling mendukung, bukan kompetitor.

“Dengan pendekatan berbasis kebutuhan pelanggan dan kondisi wilayah, kami optimistis dapat menghadirkan konektivitas yang lebih merata, berkualitas, dan terjangkau,” tandasnya.

Ia juga menilai dukungan regulasi dan insentif dari pemerintah akan sangat menentukan kecepatan industri dalam memperluas jangkauan layanan digital di Indonesia.

Partisipasi MyRepublic dalam seminar tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk berkontribusi dalam pengembangan ekosistem digital nasional melalui kolaborasi lintas sektor.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan internet berkualitas tinggi melalui pengembangan jaringan yang adaptif dan berkelanjutan, serta mendukung percepatan pemerataan akses digital di seluruh Indonesia,” pungkas Hendra.

Sebagai informasi, MyRepublic Indonesia merupakan penyedia layanan internet berbasis fiber optik dan TV berlangganan yang menyediakan solusi konektivitas untuk segmen residensial melalui jaringan FTTH dan FWA guna memperluas akses internet di berbagai wilayah. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya