Teungku Nyak Sandang: Sosok di Balik Sayap Pertama Republik Indonesia

Media Indonesia
07/4/2026 23:14
Teungku Nyak Sandang: Sosok di Balik Sayap Pertama Republik Indonesia
Nyak Sandang (kanan) memperlihatkan bukti obligasi pengumpulan uang untuk membeli pesawat pertama Indonesia di Desa Lhuet, Jaya, Aceh Jaya, Aceh, Rabu (14/3/2018).(Antara)

DALAM lembaran sejarah kemerdekaan Indonesia, nama Teungku Nyak Sandang menempati posisi istimewa sebagai simbol kedermawanan dan patriotisme rakyat Aceh. Ia adalah salah satu donatur utama yang memungkinkan Indonesia memiliki pesawat terbang pertama, Dakota RI-001 Seulawah, di saat kondisi keuangan negara sedang berada di titik nadir pasca-proklamasi.

Profil dan Latar Belakang

Teungku Nyak Sandang lahir pada tahun 1923 di Desa Mon Geudong, Kecamatan Jueiram, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Sebagai seorang pemuda yang tumbuh di lingkungan religius dan nasionalis, Nyak Sandang memiliki keterikatan emosional yang kuat terhadap perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari agresi militer Belanda.

Konteks Sejarah: Kunjungan Bung Karno ke Aceh

Pada Juni 1948, Presiden Soekarno melakukan kunjungan ke Aceh untuk meminta bantuan rakyat Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan. Dalam sebuah pertemuan di Hotel Aceh, Kutaraja (sekarang Banda Aceh), Soekarno menitikkan air mata sambil memohon agar rakyat Aceh membantu membelikan pesawat terbang guna menembus blokade udara Belanda dan menghubungkan komunikasi antarwilayah RI.

Merespons seruan tersebut, ulama dan tokoh masyarakat Aceh bergerak cepat. Teungku Nyak Sandang, yang saat itu berusia sekitar 25 tahun, bersama orang tuanya memutuskan untuk menjual aset berharga mereka demi kepentingan negara.

Peran Nyak Sandang dalam Pembelian RI-001 Seulawah

Peran krusial Nyak Sandang tercatat saat ia menyerahkan sepetak tanah yang ditumbuhi 40 batang pohon kelapa dan perhiasan emas seberat 42 gram kepada pemerintah. Harta tersebut diserahkan langsung kepada Gubernur Militer Aceh saat itu, Teungku Daud Beureueh.

Sumbangan dari Nyak Sandang dan ribuan rakyat Aceh lainnya berhasil mengumpulkan dana sebesar 120.000 Dollar Malaya. Dana inilah yang kemudian digunakan untuk membeli sebuah pesawat jenis Dakota C-47 di Singapura, yang kemudian diberi nama RI-001 Seulawah (Seulawah berarti "Gunung Emas").

Detail Kontribusi Keterangan
Aset yang Dijual Tanah dengan 40 pohon kelapa & perhiasan emas
Nilai Emas 42 Gram
Tujuan Sumbangan Pembelian pesawat pertama RI
Mata Uang Rupiah (Konversi) Bernilai sangat tinggi pada masa itu (Mata Uang Rupiah belum stabil)

Dampak Bagi Kedaulatan Negara

Pesawat RI-001 Seulawah bukan sekadar alat transportasi. Pesawat ini memiliki peran vital dalam:

  • Menembus blokade udara Belanda untuk membawa bantuan logistik dan diplomat.
  • Menjadi cikal bakal berdirinya maskapai nasional, Garuda Indonesia.
  • Menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Republik Indonesia masih eksis dan memiliki kekuatan udara.

Masa Tua dan Pengakuan Negara

Setelah puluhan tahun identitasnya tidak banyak diketahui publik, sosok Nyak Sandang kembali mencuat pada tahun 2018. Dengan bantuan berbagai pihak, ia berhasil bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Dalam pertemuan tersebut, Nyak Sandang menunjukkan bukti surat obligasi (surat utang negara) yang ia simpan sejak tahun 1948.

Pemerintah memberikan apresiasi berupa bantuan layanan kesehatan (operasi katarak) dan renovasi rumah. Teungku Nyak Sandang wafat pada 25 Januari 2022 di Aceh dalam usia 99 tahun, meninggalkan warisan keteladanan tentang pengorbanan tanpa pamrih bagi bangsa.

Kesimpulan

Teungku Nyak Sandang adalah bukti nyata bahwa kemerdekaan Indonesia dibangun di atas pengorbanan rakyat kecil. Tanpa sumbangan dari Nyak Sandang dan rakyat Aceh, sejarah kedirgantaraan Indonesia mungkin akan mengambil jalur yang berbeda. Kisahnya tetap relevan sebagai pengingat bahwa kontribusi terhadap negara tidak selalu datang dari jabatan, melainkan dari ketulusan hati. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya