Bocah 12 Tahun Digigit Ular Weling di Tasikmalaya Butuh Serum Antivenom 50 Vial

Kristiadi
07/4/2026 23:00
Bocah 12 Tahun Digigit Ular Weling di Tasikmalaya Butuh Serum Antivenom 50 Vial
Baznas Tasikmalaya memberikan biaya hidup bagi orangtua korban anak dipatuk ular yang dirawat di RSUD KHZ Musthafa(Kristiadi/MI.)

SEORANG bocah berinisial DK, 12, warga Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KHZ Musthafa setelah bagian tangan kanan dipatok ular weling bisa. Kejadian tersebut terjadi, (29/3) malam tengah tidur di lantai rumah beralaskan tikar bersama ibu kandungnya.

Anak pasangan Andis Kuswara dan Siti Hindun tersebut, harus melawan racun ular bisa dan kini sudah menjalani 10 hari mendapat perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) setelah dipatukan ular weling bagian tangan kanan. Menurut pengakuan ibunya awalnya DK tidak mengeluh rasa sakit hingga orangtuanya membawa menuju Tabib Kampung dan disarankan ia harus ke rumah sakit.

Siti Hindun mengatakan, anaknya masih harus mendapat perawatan berada di ruang Intensive Care Unit (ICU).

"Anak tengah tidur ngampar di lantai dan berbicara 'Mah (Bu) ada ular. Kami menuju Tabib Kampung dan disarankan dibawa ke rumah sakit. Akan tetapi, di perjalanan mengeluh sakit perut dan setibanya di RSUD KHZ Musthafa mengalami nyeri nelan, sesak napas, pingsan," ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Sementara, Direktur RSUD KHZ Musthafa  Eli Hendalia mengatakan pasien sudah 10 hari menjalani perawatan di ICU. Kini, pasien ditangani dokter spesialis toksinologi dari Bandung.

"Untuk stok serum antivenom menipis dan tim rumah sakit berusaha menempuh perjalanan bolak-balik Tasikmalaya menuju Bandung demi menjamin ketersediaan serum antivenom. Jika umumnya pasien membutuhkan 3-4 vial antivenom (anti bisa ular), kondisi anak ini mengalami pelemahan otot paru-paru dan sekarang (kebutuhan) penggunaan hingga 50 vial," katanya.

Menurutnya, korban terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Adapun biaya pengobatanmenyentuh angka Rp200 juta. Akan tetapi, RSUD KHZ Musthafa tidak menyerah pada birokrasi dan akan tetap berusaha menyelamatkan jiwa pasien.

"Kami akan berusaha menyelamatkan jiwa seorang anak dan Insya Allah, rumah sakit berkomitmen akan cari solusi dana untuk menutupi kelebihan biaya demi membantu masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya, Eddy Abdul Somadi  memastikan keluarga DK tidak akan berjuang sendiri. Baznas memberikan bantuan biaya hidup bagi orang tua selama mendampingi DK di rumah sakit dengan menyediakan tempat istirahat yang layak bagi keluarga.

"Rumah sakit mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama bagi yang tinggal di area persawahan. Penggunaan dipan saat tidur dan kelambu sangat disarankan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Kami kolaborasi antara keahlian medis RSUD KHZ Musthafa dan dukungan sosial dari BAZNAS, doa dan ikhtiar terbaik terus dipanjatkan demi kesembuhan anak tersebut," pungkasnya. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya