Banjir di Demak Surut, 12 Rumah Hanyut dan Ribuan Warga Terdampak

Akhmad Safuan
06/4/2026 19:06
Banjir di Demak Surut, 12 Rumah Hanyut dan Ribuan Warga Terdampak
Ilustrasi(Dok. Istimewa)

BANJIR yang melanda 9 desa di 4 kecamatan di Kabupaten Demak mulai surut. Dampaknya tercatat 12 rumah hanyut dan puluhan rumah mengalami kerusakan berat maupun ringan. Pemerintah Kabupaten Demak dan Provinsi Jawa Tengah segera mengambil langkah penanganan.

Pantauan Media Indonesia hingga Senin (6/4) petang menunjukkan ratusan keluarga korban banjir secara berangsur-angsur telah kembali ke rumah masing-masing. Mereka langsung membersihkan sampah dan lumpur yang menumpuk pasca-banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang.

Banjir yang terjadi sejak Jumat (3/4) awalnya mencapai ketinggian 1,5 meter, kini menyisakan sekitar 0,5 meter di sejumlah desa. Pemukiman warga tampak porak-poranda; sebagian rumah hancur, beberapa lainnya hanya menyisakan pondasi dan lahan kosong.

"Berdasarkan pendataan sementara ada 12 rumah warga yang hanyut terbawa banjir dan puluhan rumah mengalami rusak berat dan ringan," kata Bupati Demak Eisti'anah saat meninjau lokasi banjir, Senin (6/4).

Menurut Eisti'anah, menghadapi banjir, berbagai upaya penanganan dilakukan oleh Pemkab Demak, Pemprov Jawa Tengah, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, termasuk penyaluran bantuan bagi warga terdampak.

"Bantuan kepada korban banjir tidak hanya berupa logistik saat berada di lokasi pengungsian, tetapi sekarang ini sedang dilakukan upaya pemberian bantuan berupa perbaikan lingkungan serta terhadap warga yang kehilangan harta benda terutama rumah yang hanyut terbawa banjir. Kemarin bantuan dari Gubernur juga telah diberikan," tambahnya.

Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono, menjelaskan banjir di Kabupaten Demak disebabkan jebolnya tanggul Sungai Tuntang, yaitu di Desa Trimulyo terdapat tiga lokasi dengan panjang 10–30 meter, dan di Desa Sidoharjo ada tiga lokasi sepanjang 15 meteran.

Akibat banjir, sebanyak 2.116 rumah dan 7.606 jiwa terdampak, sedangkan 2.839 jiwa dari sembilan desa di empat kecamatan mengungsi. "Setelah berangsur-angsur banjir surut, warga mulai kembali ke rumah masing-masing," ungkap Agus.

Selain rumah, banjir juga merendam 29 tempat ibadah, 18 sekolah, dan 671 hektare lahan persawahan. Tim gabungan diterjunkan untuk menambal tanggul dan membantu pembersihan lokasi terdampak banjir. (AS/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya