Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan sejumlah perjalanan kereta api imbas anjloknya KA Bangunkarta relasi Jombang–Pasarsenen di emplasemen Stasiun Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (6/4) pukul 14.15 WIB.
Insiden yang terjadi di kilometer 312+1 tersebut menyebabkan jalur rel tidak dapat dilalui, baik dari arah hulu maupun hilir, sehingga berdampak luas terhadap operasional perjalanan kereta api di lintas tersebut.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan perjalanan yang terjadi. “Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan perjalanan akibat rintang jalan karena anjlokan KA Bangunkarta di Bumiayu,” ujarnya.
Untuk menjaga kelancaran arus perjalanan secara keseluruhan, KAI menerapkan rekayasa pola operasi. Sejumlah perjalanan kereta api terpaksa dibatalkan sepenuhnya, di antaranya KA Sawunggalih (113 & 116), KA Taksaka (45 & 48), KA Purwojaya (54-55 & 60F-57F), serta KA Joglosemarkerto (185-186).
Selain pembatalan total, KAI juga memberlakukan skema pembatalan sebagian relasi serta penggantian rangkaian (wet-overstappen) di lintas Prupuk–Purwokerto untuk KA Kamandaka, KA Sawunggalih, dan KA Purwojaya. Sementara itu, KA Ranggajati mengalami pembatalan sebagian perjalanan.
KAI turut mengalihkan rute sejumlah kereta api jarak jauh untuk menghindari lokasi gangguan. KA Argo Semeru, Gayabaru Malam Selatan, Progo, dan Senja Utama YK dialihkan melalui lintas Kroya–Bandung–Cikampek. Sedangkan KA Bima, Manahan, dan Jakatingkir dialihkan melalui jalur utara via Semarang.
Anne memastikan seluruh penumpang dan awak kereta dalam kondisi selamat tanpa korban jiwa. Saat ini, proses evakuasi rangkaian kereta yang anjlok terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak.
“Seluruh pelanggan dan awak kereta dalam kondisi selamat. Proses evakuasi terus dilakukan dengan dukungan TNI, Polri, serta unsur kewilayahan agar jalur dapat segera normal kembali,” jelasnya.
Sebagai langkah penanganan, KAI juga menyiapkan 10 unit bus untuk mengangkut penumpang menuju stasiun tujuan atau melanjutkan perjalanan yang terputus.
“Sebanyak 10 unit bus kami kerahkan untuk memobilisasi pelanggan, serta memberikan service recovery berupa makanan dan minuman sesuai ketentuan,” tambah Anne.
Petugas dari berbagai unit, termasuk jalan rel, jembatan, dan sarana, saat ini terus bekerja di lokasi kejadian untuk mempercepat pemulihan jalur dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.
“KAI memahami gangguan ini berdampak pada agenda perjalanan pelanggan, sehingga kami berupaya maksimal agar jalur dapat segera kembali normal sesuai standar keselamatan,”tambahnya. (LD/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved