Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama dan sejumlah instansi terkait menggelar pemantauan hilal 1 Syawal 1447 H. Pemantauan dilakukan di Observatorium Universitas Muhammadiyah Makassar, Kamis (19/3).
Berdasarkan data hisab dan pengamatan langsung, hilal diprediksi sangat sulit terlihat di Kota Makassar karena ketinggiannya hanya mencapai 1° 40.32' atau jauh di bawah kriteria visibilitas MABIMS (3 derajat).
Sementara itu, di Aceh, hilal dilaporkan sudah memenuhi syarat ketinggian, meski elongasinya masih tipis dari batas minimal. Kepala Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni, menjelaskan bahwa pemantauan yang dimulai sejak pukul 15.00 WITA ini melibatkan empat unit teropong canggih milik BMKG dan observatorium.
"Alat yang kami gunakan adalah hibah terbaru yang sudah terintegrasi sistem digital untuk penentuan benda langit. Namun, kondisi cuaca mendung dan ketinggian hilal yang rendah menjadi tantangan utama di Makassar," ujarnya di sela-sela pemantauan.
Data hisab BMKG mencatat, ijtimak (konjungsi) awal Syawal 1447 H terjadi pada pukul 09:23:23 WITA. Saat matahari terbenam pukul 18:13:30 WITA, posisi bulan berada pada ketinggian 1° 40.32' dengan elongasi 5,27°, masih di bawah ambang batas MABIMS (3° dan 6,4°). Akibatnya, bulan hanya berada di atas ufuk selama 9 menit sebelum terbenam pada pukul 18:22:31 WITA. "Dengan ketinggian minus 1 derajat, potensi hilal teramati sangat kecil meski cuaca cerah. Apalagi saat ini awan cukup tebal," tambah Jamroni.
Meski demikian, tidak semua wilayah di Indonesia mengalami nasib serupa. Dari 117 titik pengamatan yang tersebar, Banda Aceh mencatatkan tinggi hilal 3,11° (di atas kriteria) dan elongasi 6,10° (hanya selisih 0,3° dari syarat MABIMS).
"Ini berarti secara hisab, Aceh sudah memenuhi syarat ketinggian, meski elongasinya masih perlu verifikasi lebih lanjut," jelas Jamroni.
Variasi ketinggian hilal di Sulawesi Selatan sendiri berkisar antara 1° 34.99' di Benteng (Kepulauan Selayar) hingga 1° 49.32' di Masamba (Luwu Utara). Proses rukyatul hilal hari ini akan menjadi bahan laporan ke Kementerian Agama RI untuk kemudian dibahas dalam sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 H.
Masyarakat diimbau menunggu hasil resmi pemerintah yang akan diumumkan malam ini.
"Apapun hasilnya, kami akan terus memantau hingga batas waktu bulan terbenam. Semoga cuaca sedikit bersahabat," pungkas Jamroni. (LN/E-4)
Menag menambahkan, menjaga harmoni menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan ulama dalam menyikapi persoalan keagamaan.
Berdasarkan hasil sidang tersebut Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.
hasil sidang isbat idul fitri 2026 dan Panduan lengkap kriteria MABIMS terbaru 2026: Syarat tinggi hilal 3 derajat & elongasi 6,4 derajat sebagai penentu hasil Sidang Isbat di Indonesia.
MUI pada tahun 2004 menyatakan bahwa yang berhak untuk mengumumkan berkenaan dengan awal Ramadan dan lebaran adalah ulil atau di Indonesia yakni Kementerian Agama.
Pemerintah resmi menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan diambil melalui Sidang Isbat dengan metode istikmal 30 hari.
Kenapa harus ada sidang isbat untuk menentukan lebaran? Simak penjelasan lengkap dari sisi hukum negara, syariat agama, hingga sains astronomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved