Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status zona merah untuk sejumlah wilayah perairan di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (5/3). Peringatan ini dikeluarkan menyusul pantauan dua bibit siklon tropis di Samudra Hindia yang memicu gelombang ekstrem hingga di atas 6 meter.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Kadek Katriavi, menjelaskan bahwa kondisi cuaca buruk ini disebabkan oleh Bibit Siklon Tropis 90S yang berada di perairan selatan Jawa Timur dan Bibit Siklon Tropis 93S di barat laut Australia. Keduanya berpotensi kuat berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat.
Berdasarkan peta prakiraan gelombang yang berlaku untuk periode 5-6 Maret 2026, berikut adalah rincian wilayah yang terdampak:
| Wilayah Perairan | Tinggi Gelombang | Kategori |
|---|---|---|
| Samudra Hindia Selatan Lombok Barat | > 6,0 Meter | Ekstrem |
| Selat Lombok & Selat Alas (Bagian Selatan) | 4,0 - 6,0 Meter | Sangat Tinggi |
| Samudra Hindia Selatan NTB | 4,0 - 6,0 Meter | Sangat Tinggi |
| Perairan Selatan Sumbawa | 2,5 - 4,0 Meter | Tinggi |
BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran di jalur penyeberangan Selat Lombok, Selat Alas, hingga Selat Sape untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Kecepatan angin yang meningkat dapat memicu kecelakaan laut bagi perahu nelayan maupun kapal feri.
Kadek menambahkan bahwa dampak tidak langsung dari aktivitas dua bibit siklon tersebut adalah peningkatan kecepatan angin secara mendadak. Wilayah selatan NTB menjadi yang paling terdampak karena posisinya yang terbuka langsung ke Samudra Hindia.
"Kami menerbitkan peringatan dini agar masyarakat dan pelaku aktivitas pelayaran mewaspadai gelombang tinggi, terutama bagi jalur-jalur penyeberangan strategis antar pulau," ujar Kadek di Mataram.
Hingga berita ini diturunkan, BMKG terus melakukan pemantauan melalui Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta untuk mengantisipasi pergerakan bibit siklon yang dapat memperburuk kondisi cuaca di wilayah Nusa Tenggara. (Z-10)
Balai Ternak yang berlokasi di Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, NTB merupakan titik ke-59 dari total 70 lokasi program Balai Ternak
Ia mengatakan pada awalnya sebanyak 21 ribu ekor sapi yang siapkan. Namun, di tengah perjalanan ada penambahan permintaan sebanyak 9.000 ekor sapi yang dikirim dari Sumbawa.
Pada dasarian III Februari 2026, BMKG memprakirakan memprakirakan peluang hujan dengan intensitas lebih dari 100 milimeter per dasarian dengan probabilitas 80 hingga lebih dari 90 persen
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved