Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR akibat tanggul jebol dan air sungai yang meluap di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, merendam sedikitnya 1.842 hektare sawah. Selain mengancam ketahanan pangan lokal, bencana ini juga berdampak langsung pada 9.736 keluarga di puluhan desa.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini sedang mengupayakan percepatan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) guna meringankan beban petani yang terancam mengalami gagal panen atau puso.
Kepala BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, mengungkapkan bahwa banjir dipicu oleh intensitas hujan tinggi di daerah hulu pada Minggu (15/2/2026) malam. Kondisi tersebut menyebabkan luapan pada Sungai Glugu, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, dan Sungai Lusi.
"Banjir di Grobogan merendam 45 desa di sejumlah kecamatan. Selain mengakibatkan 9.736 keluarga terdampak, ribuan hektare sawah juga terendam dan dikhawatirkan gagal panen. Kami masih melakukan pendataan lebih lanjut dan penanganan di titik-titik banjir yang masih tinggi," ujar Wahyu pada Rabu (18/2).
Berdasarkan pemantauan di lapangan, ketinggian air di area persawahan masih mencapai 50-100 centimeter. Di wilayah yang mulai surut, tanaman padi berusia 1,5 bulan tampak rusak berat akibat tertimbun lumpur yang dibawa arus banjir.
Potensi gagal panen massal menjadi ancaman nyata bagi para petani. Warsito (45), petani di Kecamatan Klambu, menyebutkan tanaman padinya kemungkinan besar tidak bisa diselamatkan karena sudah terendam selama tiga hari berturut-turut.
"Sudah dipastikan gagal panen (puso), karena sawah terendam sejak Senin (16/2). Sebagian besar tanaman padi mati atau hilang terhanyut banjir," keluh Warsito.
Hal senada disampaikan Slamet (59), petani di Kecamatan Godong. Ia berharap pemerintah memberikan perhatian khusus karena modal yang dikeluarkan tidak sedikit. Estimasi kerugian petani mencapai Rp12 juta per hektare, yang mencakup biaya pengadaan bibit, pupuk, hingga tenaga kerja.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menegaskan pentingnya akurasi data lapangan. Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) telah diterjunkan ke puluhan desa terdampak.
"Pendataan akurat sangat penting untuk pengajuan klaim asuransi ke PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai penanggung jawab program AUTP. Proses pengajuan klaim ini memiliki tenggat waktu satu pekan," jelas Defransisco.
Meski ribuan hektare lahan terdampak, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tetap optimistis target produksi padi sebesar 8,3 juta ton tahun 2026 tetap terpenuhi. Optimisme ini didasarkan pada pengalaman mitigasi bencana tahun-tahun sebelumnya yang mencakup area lebih luas.
Hingga berita ini diturunkan, koordinasi antara BPBD, Distanak, dan pihak asuransi terus diperkuat guna memastikan bantuan dan ganti rugi bagi petani dapat tersalurkan tepat waktu.
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 4 April 2026 yakni potensi cuaca ekstrem seperrti hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir masih berpotensi di 14 daerah di Jawa Tengah
Kondisi tersebut, menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga di beberapa wilayah. .
Banjir merendam 12 desa di Grobogan dan jalur KA Karangjati-Gubug setinggi 25 cm. Delapan perjalanan KA mengalami keterlambatan. Simak selengkapnya.
PENUTUPAN tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ditargetkan dapat rampung dalam tiga hari.
POLDA Jawa Tengah memastikan percepatan perbaikan tanggul jebol di wilayah Kabupaten Grobogan berjalan optimal.
FENOMENA Godzilla El Nino berpotensi menekan produksi pertanian nasional akibat kekeringan berkepanjangan dan dapat meningkatkan risiko gagal panen.
Sebagian besar warga yang membuka lahan pertanian di sekitar area longsor mengalami gagal panen akibat akses jalan menuju kebun tertutup material longsor.
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa seluas 4.000 hektare sawah terdampak puso akibat bencana di Pulau Sumatra.
RATUSAN hektare area persawahan di Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung, kembali terendam banjir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved