Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR besar yang menerjang Kota Bima sebanyak dua kali dan menyebabkan ribuan rumah terendam banjir hingga ketinggian 1-3 meter pada Rabu (21/12) dan Jumat (23/12) memaksa ribuan masyarakat mengungsi ke tempat lebih aman.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan masyarakat yang awalnya sudah kembali ke rumah dari pengungsian, terpaksa kembali mengungsi karena adanya banjir susulan pada Jumat siang.
"Selain itu akses komunikasi dan suplai listrik mati di Kota Bima. Akses transportasi terputus dan aktivitas ekonomi lumpuh. Perkantoran dan sekolah diliburkan," ujarnya melalui siaran pers yang diterima Media Indonesia, Sabtu (24/12).
Secara terpisah, Kepala BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat Muhammad Rum melaporkan bahwa banjir di Kota Bima telah menyebabkan 105.758 jiwa terdampak di 5 kecamatan (33 kelurahan) dan 104.378 jiwa mengungsi.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Rasanae Timur sebanyak 4 kelurahan dengan penduduk terdampak 3.581 jiwa, mengungsi 3.581 jiwa. Kecamatan Mpuda (9 kelurahan) penduduk terdampak 30.078 jiwa, mengungsi 29.553 jiwa.
Lalu Kecamatan Raba (10 kelurahan) terdampak 19.955 jiwa, mengungsi 19.705 jiwa. Kecamatan Rasanae Barat (6 kelurahan) terdampak 33.492 jiwa dan mengungsi 32.892 jiwa. Kecamatan Asakota (4 kelurahan) penduduk terdampak 18.648 jiwa, mengungsi 18.648 jiwa.
Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa meninggal dan hilang akibat banjir. Fasilitas kesehatan yang rusak meliputi 4 puskesmas, 29 puskesmas pembantu, 29 polindes dan 1 kantor labkesda. Obat-obatan dan sarana medis ikut terendam banjir sehingga diperlukan bantuan obat-obatan dan tenaga medis.
Masa tanggap darurat di Bima telah ditetapkan selama 14 hari yaitu Kamis (22/12) hingga Rabu (4/1/2017).
BNPB terus mengirimkan bantuan ke Kota Bima. Kepala BNPB Willem Rampangilei telah memerintahkan Deputi Logistik dan Peralatan BNPB untuk segera mengirim bantuan yang diperlukan BPBD.
"Tim Reaksi Cepat BNPB yang sudah ada di Kota Bima agar menghitung berapa kebutuhan logistik dan peralatan disana. Perkuat terus BPBD. Jangan sampai ada masyarakat yang kekurangan dan tidak mendapatkan bantuan,” kata Willem.
Kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan siap saji, permakanan, sandang, air bersih, terpal, tikar, selimut, obat-obatan, sarung, mukena, alat-alat kebersihan rumah tangga, dan lainnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved