Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PUSAT Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam yang melanda provinsi tersebut bertambah menjadi 370 orang.
Berdasarkan laporan Pusdalops PB per Sabtu (20/12) pukul 17.00 WIB yang diterima di Medan, Sabtu, jumlah korban meninggal dunia bertambah satu orang dibandingkan data sebelumnya yang tercatat sebanyak 369 orang pada Jumat (19/12).
Pusdalops PB mencatat 370 korban meninggal dunia tersebut tersebar di 12 dari 19 kabupaten/kota yang terdampak bencana di Sumatera Utara.
Rincian korban meninggal dunia meliputi Kabupaten Tapanuli Utara sebanyak 36 orang, Kabupaten Tapanuli Tengah 133 orang, Kabupaten Tapanuli Selatan 88 orang, Kota Sibolga 54 orang, Kabupaten Humbang Hasundutan 10 orang, serta Kota Padangsidimpuan satu orang.
Selain itu, korban meninggal juga tercatat di Kabupaten Pakpak Bharat dua orang, Kota Medan 12 orang, Kabupaten Langkat 15 orang, Kabupaten Deli Serdang 17 orang, Kabupaten Nias satu orang, dan Kabupaten Nias Selatan satu orang.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyatakan data tersebut masih bersifat sementara berdasarkan laporan yang diterima Pusdalops PB Sumut.
Ia menambahkan bahwa berbagai upaya penanganan bencana telah dilakukan oleh masing-masing daerah terdampak bersama sejumlah pemangku kebijakan terkait.
“Untuk perkembangan atas bencana itu akan terus diinformasikan termasuk data-datanya,” kata Sri dikutip dari Antara, Sabtu (20/12).
(P-4)
PEMPROV Sumut menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari menyusul bencana banjir dan longsor yang melanda.
Kabupaten Bekasi saat ini masih berstatus siaga darurat bencana berdasarkan Keputusan Bupati Bekasi nomor 100.3.3.2/Kep.508-BPBD/2025 yang berlaku hingga 30 April 2026.
BPBD Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 552 unit rumah warga terdampak banjir di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (3/4) sore.
Kondisi tersebut, menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga di beberapa wilayah. .
Berkaitan dengan potensi terjadinya kemarau, Asep menegaskan, BPBD masih menunggu informasi lebih lanjut dari BMKG serta BPBD Provinsi Jawa Barat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Arianto, di Kediri, Minggu, mengemukakan BPBD secara masif memberikan informasi terkait dengan prakiraan cuaca.
Hujan deras disertai angin kencang membuat pohon tumbang dan mengalangi jalan protokol hingga sebagian jalan tergenang banjir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved