Wajah Perbatasan Itu tak Lagi Seperti Kandang

Aries Munandar
21/12/2016 16:34
Wajah Perbatasan Itu tak Lagi Seperti Kandang
(MI/Aries Munandar)

GEDUNG berarsitektur rumah panjang (betang) itu berdiri megah di titik perbatasan Indonesia. Ia seakan meneguhkan jati diri bangsa yang besar tanpa melupakan identitas dan budaya lokal.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun tidak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap bangunan tersebut. "Bangunan ini bahkan jauh lebih megah dari yang di sana (Malaysia),” kata Jokowi.

Bangunan seluas 19 meter persegi itu ialah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Entikong di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Presiden Jokowi meresmikan penataan dan pembangunan kembali kawasan tersebut pada Rabu (21/12).

Wujud bangunan dan sarana pelayanannya jauh lebih mentereng daripada bangunan sebelumnya. “(Sekitar) dua tahun lalu saya lihat bangunan lebih mirip kandang daripada gedung,” ujar Presiden saat meresmikan PLBN Terpadu Entikong.

Rencana pemugaran total fisik dan fasilitas gedung ini memang berawal dari kunjungan Jokowi pada Januari tahun lalu. Presiden kala itu terperangah melihat kondisi bangunan dan sarana pelayanan di PLBN Entikong yang jauh dari memadai. Jokowi pun memerintahkan pembenahan fasilitas tersebut paling lambat dua tahun.

Keinginan kuat Presiden itu bukan tanpa alasan. Dia menginginkan PLBN mencerminkan kebesaran Indonesia sebagai sebuah bangsa. “Jadi, orang begitu masuk (perbatasan) langsung melihat kita itu ‘wah’ dahulu. Ternyata kita bisa karena ada niat dan keinginan kuat,”.

Presiden berharap pembenahan fisik dan sarana juga diikuti peningkatan pelayanan. Petugas harus lebih cepat, lebih baik dan transparan dalam melayani masyarakat. Mereka tidak boleh kalah dengan pelayanan di sebelah wilayah Malaysia.

"Saya ingatkan hati-hati, jangan sampai ada pungli karena sekarang ada Satgas Saber Pungli."

Rehab PLBN Entikong menghabiskan dana sekitar Rp152 miliar. Pembangunan pintu masuk resmi itu akan diikuti dengan proyek penataan kawasan senilai Rp420 miliar yang dimulai pada tahun depan, dan ditargetkan rampung dalam dua tahun.

“Pembangunan tahap II meliputi pembangunan pasar, penataan permukiman, fasilitas air bersih, dan pelabuhan darat. Pembangunan itu ditargetkan rampung pada 2019,” jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, yang ikut dalam rombongan Presiden.

Selain Entikong, pemerintah juga membangun PLBN terpadu di enam wilayah perbatasan Indonesia. Dua di antaranya juga berada di Kalimantan Barat, yakni Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, dan di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu. Pemugaran gerbang masuk di enam PLBN tersebut ditargetkan rampung akhir tahun ini. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya