Banjir Rendam Lahan Tanaman di Tuban, Kerugian Capai Rp15 M

M Yakub
15/12/2016 11:45
Banjir Rendam Lahan Tanaman di Tuban, Kerugian Capai Rp15 M
(Puluhan hektar tanaman padi mati karena terendam banjir luapan Bengawan Solo di Desa Rengel, Kec. Rengel, Kab. Tuban, Jawa Timur, Jumat (9/12). -- ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo)

AREAL tanaman pangan seluas 2.939 hektare (ha) di lima kecamatan di Kabupaten Tuban, Jatim, terendam banjir luapan sungai Bengawan Solo. Dari jumlah itu, 920 hektare lahan di antaranya bahkan harus mengalami gagal panen.

Hingga saat ini, banjir masih merendam ratusan hektare lahan dan tanaman padi di kecamatan setempat. Kerugian pun ditaksir mencapai Rp15,1 miliar.

"Kerugian meteri pada sektor pertanian mencapai Rp15,1 miliar," terang Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Pemkab Tuban, Suparno, Kamis (15/12).

Menurut dia, kecamatan yang terendam banjir itu ialah Kecamatan Plumpang, Parengan, Soko, Widang, dan Rengel. Kecamatan Rengel, lanjut dia, merupakan daerah terdampak yang paling luas. Dari total tanaman padi seluas 2.939 ha yang tersebar pada 16 desa di Rengel, sebanyak 1.516 ha padi rusak.

"Total tanaman pangan yang puso seluas 920 ha. Terinci, padi seluas 455 ha dan jagung seluas 465 ha yang gagal panen," tandasnya.

Suparno mengatakan pihaknya sudah melaporkan kerusakan tanaman akibat banjir tersebut pada Kementerian Pertanian di Jakarta melalui Dinas Pertanian Provinsi Jatim.

Meski diganggu banjir, produksi pangan di Kabupaten Tuban dipastikan tidak mengalami kekurangan. Sebab, kerusakan tanaman akibat gagal panen tersebut bakal tertutupi dengan panen musim tanam II dan III.

"Kami optimis, pada musim tanam selanjutnya bisa kita optimalkan," pungkasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya