Banjir di Bojonegoro Akibatkan Kerugian Rp30,4 Miliar

Antara
05/12/2016 12:19
Banjir di Bojonegoro Akibatkan Kerugian Rp30,4 Miliar
(ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan kerugian akibat banjir luapan Bengawan Solo yang terjadi selama sepekan terakhir di Kabupaten Bojonegoro mencapai Rp30,4 miliar.

"Perkiraan kerugian mencapai Rp30,4 miliar itu berdasarkan perhitungan kejadian banjir luapan Bengawan Solo yang melanda 78 desa di sembilan kecamatan, sejak 29 November sampai 3 Desember," kata Sekretaris BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia, di Bojonegoro, Senin (5/12).

Di daerah-daerah yang tergenang banjir itu, kata dia, jumlah warga terdampak banjir sebanyak 9.414 kepala keluarga (KK), di antaranya 1.000 jiwa lebih mengungsi ke sejumlah lokasi.

"Pengungsi korban banjir juga warga yang menjadi korban banjir memperoleh bantuan bahan makanan yang didistribusikan langsung ke pemukiman warga juga melalui dapur umum," jelas dia.

Dalam periode itu, lanjut dia, tercatat sembilan rumah warga rusak berat dan dua rusak ringan akibat diterjang banjir. Selain itu banjir juga merendam 5.086 hektare tanaman padi, sebagian besar di antaranya rusak berat, yang tersebar di Kecamatan Kota, Dander, Kalitidu, Trucuk, Kapas, Balen, Sumberrejo, Kanor dan Baureno.

Saat ini, menurut dia, banjir luapan sungai terpanjang di Jawa, di wilayah timur di Kecamatan Kanor dan Baureno, sudah surut. Tapi, kata dia, di sejumlah desa di Kecamatan Kanor dan Baureno, masih terjadi genangan air banjir luapan Bengawan Solo.

"Yang jelas ketinggian air Bengawan Solo di hilir, Jawa Timur, terus turun," jelas dia.

Meski demikian, lanjut dia, BPBD tetap mewaspadai ancaman banjir susulan. "Sesuai prakiraan puncak banjir di daerah kami akan terjadi Februari 2017," ucapnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya