Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Ditargetkan Dongkrak Kunjungan Wisatawan

Ardi Teresti
07/2/2025 13:17
Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Ditargetkan Dongkrak Kunjungan Wisatawan
Pekan Budaya Tionghoa dilaksanakan di Yogyakarta, DIY, pada 6-12 Februari 2025.(MI/Ardi Teristi)

PEKAN Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) yang diselenggarakan pada 6-12 Februari mendarang ditargetkan mendongkrak lebih banyak wisatawan untuk datang ke Yogyakarta.

Ketua Pelaksana PBTY XX 2025 Subekti Saputro Wijaya menjelaskan, PBTY tahun ini kembali diselenggarakan di Kampung Ketandan, Kota Yogyakarta.

"PBTY tahun ini mengambil tema seni budaya membentuk karakter bangsa. Pembukaannya dilakukan Kamis (6/2) malam," terang dia, Kamis (6/2).

Salah satu kegiatan PBTY adalah karnaval budaya pada 6 Februari 2024 dari Parkir Abu Bakar Ali, Malioboro, sampai Titik Nol Kilometer. Karnaval budaya diadakan sekitar pukul 18.00 WIB sehingga akan ada pengalihan arus lalu lintas di kawasan Malioboro.

“Tahun ini akan ada panggung lomba di dalam Teras Malioboro Ketandan. Kita kolaborasi dengan dinas yang mengelola Teras Malioboro Ketandan," terang dia. 

Pameran di Rumah Budaya menyajikan tentang tokoh orang Tionghoa yang mempunyai peranan penting untuk Bangsa Indonesia. Sebagian kegiatan PBTY XX diadakan di panggung Teras Malioboro Ketandan. 

PBTY sebagai bentuk perayaan Tahun Baru Imlek rutin diselenggarakan oleh paguyuban Jogja Chinese Art & Culture Centre (JCACC) dan didukung berbagai pihak, salah satunya Pemerintah Kota Yogyakarta. PBTY menampilkan pagelaran seni budaya Tionghoa dan lokal, pentas seni, pameran seni budaya dan stan bazar kuliner Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Seni budaya tionghoa yang ditampilkan antara lain atraksi liong samsi, naga barongsai dan wayang po tay he. Selain itu pameran seni budaya di Rumah Budaya Kampung Ketandan Tionghoa yang dulunya rumah Kapiten Tan Jin Sing atau dikenal Kanjeng Raden Tumenggung Secodiningrat

“Rumah Budaya dulu sekitar abad ke-18 adalah rumah Secodiningrat atau kapiten, dimana berkontribusi terhadap sejarah di Yogyakarta. Lokasinya kawasan pecinan yang dulunya sebagai tempat administrasi pajak. Kita angkat karena mempunyai situs cagar budaya baik dari bangunan maupun sejarah dan salah satu pendukung sumbu filosofi Yogyakarta," lanjutnya.

PBTY tahun ini diyakini akan mendongkrak wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Dinas Pariwisata mencatat lonjakan wisatawan selama libur Imlek 2025 pada tanggal 25-29 Januari, wisatawan mencapai 299.213 orang. 

Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan periode yang sama pada Imlek 2024 sebanyak 149.839 kunjungan pada tanggal 8-11 Februari 2024. 

Kabid Pemasaran Pariwisata Kota Yogyakarta Sri Arika Wahyuningsih mengatakan, pihaknya terus berupaya menjaga kenyamanan wisatawan dengan berbagai upaya, seperti pengelolaan arus lalu lintas, peningkatan fasilitas, serta promosi wisata yang lebih luas agar kunjungan wisatawan ke Yogyakarta terus meningkat di masa mendatang. (AT/J-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya