Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGIN kencang menerjang pemukiman warga di Pantura Pusakajaya, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Akibatnya, sebanyak 30 rumah warga rusak sedang dan ringan, dan dua rumah roboh rata dengan tanah.Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Puluhan rumah warga rusak parah bahkan ada rumah roboh hingga rata dengan tanah. Setelah dihantam angin kencang yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, Sabtu (1/2).
Salah satu rumah yang rusak adalah milik Suryati, yang saat kejadian, Suryati dan anggota keluarganya sedang tidur. "Alhamdulillah selamat, cuma anak-anak saja pada menangis," kata Suryati.
Usai kejadian, warga dibantu petugas BPBD, TNI/Polri menyingkirkan material dari bangunan rumah yang ambruk, serta memotong batang pohon yang tumbang menimpa rumah warga.
Data yang diperoleh dari Sekretariat Desa Karang Anyar, musibah angin kencang terjadi di Dusun Sukarasa, Desa Karang Anyar, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang. Selain menumbangkan pohon, tercatat ada 30 rumah warga rusak berat dan ringan. Dua rumah warga, roboh dan rata dengan tanah.
"Dari hasil pendataan ada sekitar 30 rumah yang rusak berat dan ringan, sedangkan dua rumah di antaranya roboh rata dengan tanah," kata Sekdes Desa Karang Anyar, Puji Alif Faturahman.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah angin kencang tersebut. Sementara warga yang rumahnya rusak berat dan roboh terpaksa mengungsi.
(RZ/J-2)
Meski harus menunggu cukup lama, masyarakat tetap bertahan demi memperoleh bantuan yang dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain bermain air dan pasir, pengunjung juga dapat menikmati sensasi banana boat, dan kuliner laut segar di warung-warung sekitar pantai.
Seorang ibu di Subang, Jawa Barat kini harus berhadapan dengan hukum setelah menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri yang masih berusia enam tahun.
Pasca-kejadian, warga terpantau mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan memperbaiki atap rumah yang masih bisa diselamatkan secara swadaya.
Kedua orang tersangka ialah HS selaku pemasok miras oplosan dari wilayah Cirebon dan JB, pemilik toko yang menjual sekaligus mengoplos minuman tersebut
Pada 2023 lalu, korban miras di Subang mencapai 12 orang tewas.
Dua desa terdampak adalah Desa Hutagalung dan Desa Simamora.
Baznas Tanggap Bencana (BTB), menggelar aksi resik (bersih-bersih) di musala dan rumah warga yang terdampak bencana alam di Sukabumi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved