Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mendukung kemitraan Universitas Syiah Kuala (USK) dan International Labour Organization (ILO) untuk kolaborasi memperkuat ekosistem nilam Aceh. Hal ini guna meningkatkan kapasitas literasi keuangan petani nilam melalui pelatihan komprehensif, perangkat digital inovatif, dan peningkatan akses terhadap pembiayaan.
Lembaga penyelenggara sistem pengaturan dan pengawasan pasar modal yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor keuangan itu berupaya mengembangkan ekosistem yang sehat dalam industri nilam Aceh. Hal itu mulai dari ekosistem keuangan inklusi hingga transparansi produksi nilam melalui digitalisasi.
Komitmen ini ditandai dengan kehadiran Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar saat penandatanganan MoU oleh Rektor USK Prof Marwan dengan Direktur Kantor ILO Indonesia dan Timor Leste Simrin C Singh. Penandatanganan berlangsung di Ruang VIP Gedung AAC Dayan Dawood, Kampus USK Banda Aceh, Selasa (15/10).
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, pihaknya menyambut baik dan mendukung penuh kerja sama ini. Apalagi dalam kegiatan itu turut dilakukan pelepasan ekspor minyak nilam Aceh pertama dari desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) OJK. Hal ini menunjukan hasil nyata kolaborasi di wilayah setempat.
“Kolaborasi OJK, ILO dan USK di Desa EKI sangat memajukan sektor nilam, sebab dirancang untuk membuka penuh potensi pedesaan" kata Mahendra Siregar.
Kemitraan ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Pemerintah Provinsi Aceh.
Semua pihak mendukung peluncurkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) guna untuk menyimpan catatan proses produksi, serta memastikan kepatuhan terhadap standar dan peraturan industri. Sistem ERP ini berbasis website ini bernama MyNilam.
Rektor USK Prof Marwan mengatakan, pihaknya melalui Atsiri Research Center (ARC) selama 10 tahun terakhir ini telah berupaya mengembalikan kejayaan nilam Aceh.
Saat itu USK melihat tingkat kesejahteraan petani nilam masih memprihatinkan. Yakni menjual dengan harga berkisar Rp200.000 hingga Rp300.000/kg.
"Padahal, komoditas unggulan Aceh ini sangat dibutuhkan di tingkat global. Apalagi kualitasnya lebih bagus dari nilam di tempat lain. Ini mungkin faktor unsur yang terkandung dalam tanah dan iklim mikro di Aceh," tutur Marwan.
Rektor Marwan, bersyukur kehadiran ARC bersama USK selama ini telah berhasil meningkatkan kembali kesejahteraan petani nilam Aceh. Yaitu harganya sudah mencapai Rp2 juta hingga Rp2,2 juta/kg.
Kinerja ARC juga berhasil menarik perhatian berbagai pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem nilam Aceh.
“Termasuk hari ini, alhamdulillah. Dengan OJK dan ILO mengisi ruang-ruang kosong untuk kita tempati, sehingga ekosistem rantai nilam di Aceh ini bisa berkembang," jelas Marwan.
Direktur Kantor ILO Indonesia dan Timor Leste Simrin C Singh mengatakan, kolaborasi dengan USK ini sangatlah penting demi mendukung ekosistem nilam Aceh. Sebab, nilam Aceh berpotensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dikatakannya, kemitraan ini merupakan peluang untuk menghubungkan lembaga penelitian dengan industri, demi memberi manfaat bagi industri dan masyarakat.
“Dengan kerja sama ini, kami mempersiapkan dasar bagi rantai nilam berkelanjutan yang mendukung petani lokal, sambil mempromosikan nilam baik di pasar domestik maupun ekspor," jelas Simrin C Singh.
Sedangkan menurut Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Olivier Zender, Pemerintah Swiss bangga menjadi bagian dalam proyek pengembangan ekosistem nilam Aceh. Melalui proyek ILO Promise II Impact, Pemerintah Swiss berupaya meningkatkan kapasitas penyedia layanan keuangan dan mempromosikan inklusi keuangan. Saat ini ada 20% petani nilam telah memperoleh manfaat dari pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan.
“Karena proyek ini secara langsung mengatasi tantangan penting dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, lapangan kerja yang tinggi dan kondisi kerja yang adil melalui kerangka regulasi dan kebijakan yang kuat," katanya.
Adapun Asisten Deputi Bidang Inklusi Keuangan Kemenko Perekonomian Erdiriyo mengatakan, kolaborasi ini sejalan dengan Strategi Nasional Inklusi Keuangan Indonesia yang memberdayakan petani lokal dengan sumber daya dan pelatihan. Dengan demikian, mampu meningkatkan produktivitas dan mengintegrasikan masyarakat pedesaan ke dalam ekosistem keuangan nasional. (MR/J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved