Sebarkan Edukasi Teknik Bertani, Festival Panen Makmur Kembali Digelar

Naufal Zuhdi
14/10/2024 17:59
Sebarkan Edukasi Teknik Bertani, Festival Panen Makmur Kembali Digelar
Festival Panen Makmur yang digelar di Desa Tulungrejo, Pujon Kidul, Malang, Jawa Timur, Senin (14/10/2024).(Dok Cap Panen Merah)

SETELAH sukses menggelar Festival Panen Makmur di Takalar, Sulawesi Selatan, pada 23-24 Juli 2024 lalu yang dihadiri oleh ratusan petani, Cap Panah Merah (CPM), brand dari PT East West Seed Indonesia kembali menggelar Festival Panen Makmur di desa Tulungrejo, Pujon Kidul, Malang, Jawa Timur, hari ini (14/10) dan besok (15/10). Adapun Festival Panen Makmur kali ini mengusung tema utama #CaraBisaPanenMakmur.  

Managing Director PT East West Seed Indonesia, Glenn Pardede, mengatakan Festival Panen Makmur merupakan hasil kolaborasi CPM dan ratusan petani yang memiliki semangat untuk memberikan dampak positif kepada rekan petani di sekitarnya dengan berbagi pengalaman dan teknik bertani yang mereka peroleh di Festival Panen Makmur kepada petani di daerah mereka masing-masing. 

Melalui Festival Panen Makmur, ia meyakini bahwa akan semakin banyak petani yang dapat mencapai panen makmur dengan lebih baik.

"Kegiatan Festival Panen Makmur ini diselenggarakan di daerah-daerah yang memiliki potensi besar dalam pertanian buah dan sayur. Dengan adanya kegiatan ini di desa Tulungrejo, Pujon Kidul, Malang, menjadi bukti nyata komitmen kami dalam mendukung petani lokal dengan menyediakan tidak hanya benih berkualitas tinggi tetapi juga teknis yang mendalam tentang cara mengoptimalkan hasil panen," ucap Glenn dalam keterangan resminya.

Selain melakukan penanaman benih cabai keriting (TANGGUH F1), benih buncis (TRESNA XL), benih daun bawang (BLAZE F1), benih bawang merah (MERDEKA F1), benih kubis hijau (PM 48 FI), benih jagung manis (SECADA 88 F1), dan benih sayur pakcoy (NAURA F1) di lahan Learning Farm Malang, Festival Panen Makmur juga mengadakang gelar teknologi.

Gelar teknologi ini akan menguak rahasia panen sayuran dan buah dengan berbagai benih unggulan baru Cap Panah Merah seperti benih cabai keriting TANGGUH F1 yang bisa menghasilkan 2 kg/tanaman, benih buncis TRESNA XL yang bisa menghasilkan hingga 700 gram/tanaman, benih bawang merah MERDEKA F1 yang menghasilkan panen hingga 15 ton/hektare, benih bawang daun BLAZE F1 yang mampu menaikkan produksi bawang daun hingga 30% dan benih kubis hijau PM 48 F1 yang bisa menghasilkan panen lebih cepat dan memilki bobot kubis hijau hingga 2 kg/tanaman.   

Dengan kegiatan tersebut, selain dapat membantu petani lokal untuk mencapai panen makmur, Glenn berharap kegiatan ini juga dapat memberikan edukasi mendalam mengenai praktik untuk mencapai hasil panen yang optimal. 

"Di sini, petani dibekali dengan informasi tentang pembuatan pupuk, pengendalian hama dan penyakit, serta konsultasi mendalam terkait benih. Dengan pendekatan ini, petani akan semakin menyadari selain benih unggul, praktik yang tepat untuk menghadapi berbagai tantangan di lapangan sangat penting untuk dilakukan," beber Glenn.

Acara ini juga merupakan kesempatan bagi para peserta untuk berkolaborasi dan saling bertukar pengalaman. Festival ini, sambung Glenn, juga mencerminkan upaya untuk mendukung petani lokal dalam mencapai hasil yang lebih baik. 

“Kualitas benih adalah kunci untuk mencapai produktivitas pertanian yang berkelanjutan. Kami berfokus tidakhanya pada penyediaan benih unggul, tetapi juga pada pendidikan praktis yang membantu para petani memaksimalkan potensi dari setiap benih yang mereka tanam. Dengan kolaborasi ini, diharapkan petani dapat terus berkembang dan menghadapi berbagai tantangan di lapangan dengan lebih percaya diri," tegasnya. (J-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya